Breaking News:

Berita Tulungagung

Santap Nasi Berkat, Warga Wates Tulungagung Keracunan Massal, Bantah Ada Korban Meninggal Dunia

Bersamaan dengan meninggalnya sang anak, Senin (25/1/2021) malam, di desa tersebut tersiar kabar ada 16 warga keracunan.

Istimewa
Warga yang dikabarkan meninggal dunia karena keracunan, dan dibantah polisi. Sebanyak 16 warga Tulungagung keracunan massal seusai santap nasi berkat. 

SURYA.CO.ID I TULUNGAGUNG - Kematian bocah 11 tahun di lingkungan RT 3/RW 3 Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung membuat gempar warga sekitar.

Bersamaan dengan meninggalnya sang anak, Senin (25/1/2021) malam, di desa tersebut tersiar kabar ada 16 warga keracunan, usai menyantap nasi berkat, Sabtu (23/1/2021) malam.

Tak pelak, kabar itu membuat heboh, karena situasi desa setempat sudah mulai kondusif.

Kepala Puskesmas Bendilwungu yang membawahi Desa Wates, Sigit Jaka  Purnama, mengatakan, kejadian itu baru dilaporkan hari ini, Selasa (25/1/2021).

Pihaknnya langsung mendatangi para korban, dan mendata mereka.

"Rata-rata mengeluhkan pusing dan diare setelah makan nasi berkat," terang Sigit.

Nasi berkat itu berasal dari warga yang tengah melakukan selamatan.

Petugas saat mengambil sampel ikan tongkol penyebab keracunan di Kabupaten Jember (kiri) dan ilustrasi infus (kanan)
Petugas saat mengambil sampel ikan tongkol penyebab keracunan di Kabupaten Jember (kiri) dan ilustrasi infus (kanan) (Foto Istimewa (kiri)dan Pixabay (kanan))

Hanya ada 10 orang yang ikut selamatan karena masa pandemi, kemudian tuan rumah membagikan nasi berkat ke tetangga sekitar.

Di antara mereka yang tidak makan daging ayam dalam nasi berkat itu, mereka tidak mengalami gejala.

"Komposisi nasi berkat itu kan banyak, ada sambal goreng, ada ayam dan lain-lain. Yang tidak makan ayam mereka tidak apa-apa," sambung Sigit.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved