Breaking News:

Berita Sidoarjo

Gus Muhdlor Ingin Lelang Proyek di Sidoarjo Digelar Akhir Tahun untuk Maksimalkan Serapan Anggaran

Setiap tahun angka Silpa atau anggaran yang tidak terserap di Sidoarjo selalu tinggi.

SURYA.CO.ID/M Taufik
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor – Subandi saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Sidoarjo, Selasa (26/1/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Setiap tahun angka Silpa atau anggaran yang tidak terserap di Sidoarjo selalu tinggi. Agar ke depan tidak terulang lagi, Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor berencana menggelar lelang proyek kontruksi sejak akhir tahun.

Setelah lelangnya selesai di akhir tahun, proyek-proyek konstruksi bisa langsung dimulai sejak awal tahun. Tidak seperti selama ini, bulan Agustus atau September banyak proyek konstruksi yang baru dimulai.

“Dengan begitu, penyerapan anggaran untuk pembangunan atau insfrastruktur bisa lebih maksimal,” kata Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor di sela menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Sidoarjo terkait Pengumuman Berakhirnya Jabatan Bupati Sidoarjo Masa Jabatan 2019 – 2021, serta Pengumuman Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2020, Selasa (26/1/2021).

Menurutnya, dengan lelang proyek konstruksi digelar pada akhir tahun maka pengerjaannya bisa langsung dimulai sejak awal tahun.

Dengan begitu, waktu pengerjaan lebih lama alias tidak tergesa-gesa karena mendekati akhir tahun anggaran.

Hal itu juga diyakini bisa membuat pekerjaan lebih bagus, secara kualitas. Dan dengan konsep itu, pihaknya juga yakin penyerapan anggaran bisa lebih maksimal. Tidak banyak silpa di akhir tahun, seperti beberapa tahun belakangan.

Untuk merealisasikan itu, Gus Muhdlor mengaku perlu menjalin komunikasi intensif dengan DPRD Sidoarjo. Karena dalam pelaksanaan program dan anggaran, pemerintah tidak bisa sendirian. Ada peran penting Legislatif di sana.

“Kami juga ingin supaya PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2021 dipercepat. Kalau bisa PAK dilaksanakan bulan Juni atau Juli,” urai Bupati terpilih yang direncanakan bakal dilantik pada 17 Februari 2021 mendatang itu.

Tujuan percepatan PAK adalah, sinkronisasi anggaran dengan program-program pasangan Muhdlor-Subandi seperti yang dijanjikan ke masyarakat saat mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Sidoarjo 2020.

Rencana itu mendapat tanggapan positif dari Ketua DPRD Sidoarjo, Usman. Menurutnya, memang perlu sinkronisasi untuk melaksanakan program bupati terpilih dengan anggaran yang ada. Butuh penyesuaian anggaran.

“Kuncinya adalah komunikasi. Dan sejauh ini kami menilai sudah sangat bagus, karena Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih sudah menjalin komunikasi intens dengan fraksi-faksi di DPRD Sidoarjo,” ujar Usman.

Politisi PKB itu menilai, komunikasi yang dijalin Gus Muhdlor mendapat respon positif dari fraksi-fraksi di DPRD Sidoarjo. Upaya membangun sinergitas eksekutif dan legislatif itu diharapkan bisa berjalan mulus untuk kepentingan Sidoarjo ke depan.

“Termasuk rencana terkait upaya memaksimalkan anggaran itu, legislatif menyambut positif upaya tersebut. Dengan pelaksanaan program sejak awal tahun, tentu secara otomatis angka Silpa bisa ditekan,” ujarnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved