Breaking News:

Gelar Pahlawan untuk Mbah Kholil

Sastrawan Zawawi Imron Menangis Kenang Syaikhona Muhammad Kholil : Maqom Beliau Sudah Waliyullah

Di mata Zawawi, kualitas kemanusiaan dan spiritual Mbah Kholil dapat memancar ke seluruh penjuru Indonesia

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Sastrawan Madura, D Zawawi Imron (76) menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Usulan Gelar Kepahlawanan Syaikhona Muhammad Kholil di Pendapa Agung, Senin (25/1/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Air mata Sastrawan Madura, D Zawawi Imron (76) seperti membanjiri keriput lesung pipinya ketika menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Usulan Gelar Kepahlawanan kepada Syaikhona Muhammad Kholil (Mbah Kholil) di Pendapa Agung, Senin (25/1/2021).

Penyair berjulukan 'Celurit Emas' itu hadir sebagai keynote speaker bersama Dr Muhaimin selaku Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Bangkalan.

Sejatinya, Zawawi mengaku tidak pantas didapuk sebagai pembicara namun ia hadir karena besarnya cinta terhadap almarhum Mbah Kholil. "Ilmu saya bagai sebutir embun di samudra, bagaikan selembar rumput di luasnya hutan," pujangga asal Pamekasan itu bersyair dengan suara parau.

Di mata Zawawi, kualitas kemanusiaan dan spiritual Mbah Kholil dapat memancar ke seluruh penjuru Indonesia. Dengan pandangan tertuju kepada Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Imron Amin sebagai ahlul bait, Zawawi mengatakan, gelar pahlawan nasional sebenarnya tidak dibutuhkan Mbah Kholil.

"Bapak Bupati, maqom Mbah Kholil sudah waliyullah. Beliau sudah dapat ijazah wali dari Allah, buat apa gelar nasional," tuturnya sambil meneteskan air mata.

Namun demi mengingat sejarah perjuangan Mbah Kholil agar ditelaah dan dimengerti para generasi penerus bangsa, ia menilai bahwa penyematan gelar pahlawan nasional masih dipandang perlu.

Dan seperti kembali menguntai rangkaian syair, Zawawi mengatakan bahwa mendekatkan sejarah Mbah Kholil maka generasi muda Madura tidak hanya mendapatkan abu namun juga memperoleh api sejarah.

"Sebenarnya pemerintah pusat dengan mudah menganugrahkan gelar pahlawan nasional. Karena enam murid Mbah Kholil sudah ada yang dianugerahi gelar pahlawan," pungkasnya.

Keenam murid Mbah Kholil itu adalah KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, Wahid Hasyim, KH Zainal Aripin, KH Hasan Mustafa (Garut), dan KH Syamsul Arifin.

Selain Zawawi Imron dan Dr Muhaimin, hadir pula secara virtual Dr Zainul Milal dan Joko Iriyanto dari Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (K2KRS) Kemensos.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved