Breaking News:

Berita Nganjuk

Edarkan Pil Koplo di Warung Kopi, Warga Desa Pulowetan, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk Dibekuk Polisi

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan tersangka AS pengedar pil koplo berawal dari informasi masyarakat.

foto: humas pemkab nganjuk untuk surya.co.id
Beberapa butir pil koplo jenis double L beserta pembungkusnya yang diamankan dari tersangka pengedar di Warung Kopi. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Kedapatan simpan pil koplo jenis double L dalam saku celana, AS (35) warga Desa Pulowetan Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk diamankan Satreskrim Polsek Jatikalen Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan 41 butir pil koplo dan sebuah handphone diduga sebagai sarana transaksi pil koplo.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka AS pengedar pil koplo tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Dimana aktifitas peredaran pil koplo yang dilakukan tersangka sudah meresahkan warga.

"Berdasar informasi tersebut Satreskrim Polsek Jatikalen langsung melakukan tindaklanjut penyelidikan," kata Rony Yunimantara, Senin (25/1/2021).

Dalam penyelidikan, dikatakan Rony Yunimantara, Satreskrim mendapati seorang pemuda yang sedang mabuk pil koplo di Jembatan Desa Jatikalen.

Selanjutnya pemuda tersebut diamankan dan dilakukan interogasi hingga mengaku mendapatkan pil koplo dari tersangka AS di warung kopi.

"Jajaran Satreskrim langsung mendatangi warung kopi yang dimaksud oleh pemuda yang mabuk pil koplo tersebut," ucap Rony Yunimantara.

Di Warung Kopi tersebut, menurut Rony Yunimantara, Satreskrim menjumpai tersangka AS sebagai pengedar pil koplo yang langsung dilakuka pengamanan dan pemeriksaan.

Dari penggeledahan terhadap tersangka ditemukan barang bukti 41 butir pil koplo dan handphone sebagai sarana transaksi.

"Atas bukti tersebut tersangka langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut," tandas Rony Yunimantara.

Tersangka diduga pengedar pil koplo tersebut, imbuh Rony Yunimantara, terancam dijerat dengan UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dan tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Kami tetap mengharapkan warga untuk segera memberikan informasi kepada petugas Kepolisian terdekat apabila melihat dan menjumpai peredaran narkoba dilingkunganya sehingga bisa cepat dilakukan tindaklanjut," tutur Rony Yunimantara.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved