Berita Tuban

Petani Tuban yang Terseret Banjir Ditemukan Tak Bernyawa 4 Kilometer dari Titik Hilang

Pagi tadi sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh warga di utara jembatan karang, Glodok Kecamatan Palang.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Jenazah Abdul Somad (51) petani yang terseret banjir ditemukan warga di Jembatan Karang, Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (22/1/2021) 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Abdus Somad (51), petani asal Desa Pucangan, Kecamatan Palang, yang hilang karena terseret banjir telah ditemukan, Jumat (22/1/2021), pukul 05.25 WIB.

Diketahui, Somad terseret banjir di avur suru, Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Rabu (20/1/2021), sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, ia bersama anaknya hendak pulang ke rumah dengan menyeberang sungai.

Namun banjir datang dan menyeret korban. Somad hanyut terseret banjir, sedangkan anaknya selamat.

"Pagi tadi sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh warga di utara jembatan karang, Glodok Kecamatan Palang. Saat itu warga melintas akan ke pasar, lalu mengetahui ada sesosok mayat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto dikonfirmasi terkait temuan.

Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 3 Hari Ini, Jumat 22 Januari 2021: Kegiatan Menolong Korban Bencana

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Ponorogo Mundur Lagi, Diperkirakan Awal Februari 2021

Baca juga: Biodata Irjen Wahyu Widada Kandidat Kuat Kabareskrim: Lulusan Terbaik Akpol 1991, Teman Listyo Sigit

Baca juga: Lima ABG Hajar Pemuda Tulungagung Hingga Babak Belur, Berawal dari Adu Pandang

Kalaksa menjelaskan, titik temu korban dengan lokasi hilangnya berjarak sekitar 4 kilometer.

Setelah ditemukan lalu korban langsung dievakuasi untuk dibawa menuju ke rumah duka.

Hasil visum luar dari petugas medis, tubuh korban sudah membusuk dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban sudah dimakamkan dan kita memberikan bantuan kepada pihak keluarga," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada pencarian hari pertama dan kedua, SAR gabungan terdiri dari BPDB Tuban, Tagana, Basarnas, TNI, Polri dan juga masyarakat, membagi menjadi tiga tim guna melakukan penyisiran di wilayah sungai hingga ke laut.

Tim pertama menyisir sepanjang sungai, kemudian tim kedua di darat dan tim ketiga ditempatkan untuk melakukan penyisiran di kawasan laut yang menjadi titik hilir sungai tersebut.

Namun, pencarian di hari kedua ini belum membuahkan hasil.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved