Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Keberlanjutan Program Insentif Pajak Diskon Corona Tunggu Kebijakan Gubernur Khofifah

Pemerintah Pusat memastikan bahwa tahun ini, program pemberian insentif pajak, dan juga bantuan sosial masih akan diberlakukan

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI - Suasana antrean pembayaran pajak kendaraan bermotor di KB Samsat Surabaya Timur di Manyar Kertoarjo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Pusat memastikan bahwa tahun ini, program pemberian insentif pajak, dan juga bantuan sosial masih akan diberlakukan, dengan alasan pandemi Covid-19. Lalu bagaimana dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur?

Sebagaimana diketahui, sejumlah program diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat awal pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu. Seperti salah satunya adalah program intensif pajak berupa pemberian diskon corona dengan memberikan diskon pada pokok pajak,  baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dengan angka diskonnya mencapai 15 persen untuk kendaraan roda dua. Dan untuk kendaraan roda diskon sebanyak 5 persen. Namun, program tersebut sudah diakhiri pada akhir bulan Agustus 2020.

Nyatanya, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berhenti dan masih banyak masyarakat yang mengalami dampak buruk akibat pandemi Covid-19.

"Kami siap menjalankan kebijakan gubernur jika memang beliau menghendaki program tersebut dilanjutkan di tahun ini. Kita akan memberikan telaah untik beliau tentang apa-apa yang bisa menjadi pertimbangan," kata Plt Kepala Bapenda Jatim, M Yasin, Kamis (21/1/2021).

Ia mengatakan, pada pelaksanaan tahun ini program ini menuai antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Total ada sebanyak 3,3 juta wajib pajak kendaraan bermotor di Jatim yang memanfaatkan program ini dalam kurun waktu dua bulan. Mereka memanfaatkan insentif ini untuk membayar pajak mereka di kondisi yang sulit karena pandemi Covid-19.

"Total di tahun 2020 lalu, program diskon atau insentif ini membuat pendapatan kita signifikan. Dari program ini, Pemprov Jatim memberikan insentif senilai Rp 120 miliar. Dan atas program ini Pemprov Jatim mendapatkan pemasukan senilai Rp 1,3 trilliun," tegas Yasin.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ini menuturkan bahwa ia akan menyiapkan data yang komplit untuk pertimbangan jika program tersebut akan dilanjutkan di tahun ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pajak Bapenda Jatim, M Purnomo Sidi. Ia menuturkan, bahwa awal mula program diskon corona itu dibuat, juga karena Gubernur Jatim menerima banyak masukan dan permohonan dari banyak kalangan agar ada insentif pajak selama pandemi.

"Mereka diantaranya yang bersurat meminta keringanan selama pandemi seperti Organda, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dan sejumlah organisasi lain, dan setelah ditelaah beliau membuat kebijakan ada insentif diskon corona. Kami sebagai pelaksana prinsipnya tentu siap menjalankan kebijakan gubernur," tegasnya.

Jika nanti Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan memberlakukan program ini kembali, maka harus ada Pergub atau Kepgub lagi. Dikatakan Purnomo, jika berkaca pada pelaksanaan tahun lalu dimana peminatnya membludak, dan saat ini masih pandemi, tentunya program ini masih dinanti oleh masyarakat.

Program ini juga bisa dikatakan berhasil mendorong pendapatan asli daerah di masa pandemi. Terlebih target pendapatan Bapenda tahun 2021 ini mencapai Rp 13,1 trilliun.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved