Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Dari Lapas Porong, Napi Pembunuhan Sebar Hoax Kasdim Gresik Meninggal Disuntik Vaksin, Katanya Iseng

TT (44) selaku penyebar hoaks Kasdim Gresik meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19 menyebarkan dari Lapas Porong menggunakan HP-nya sendiri.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Iksan Fauzi
surya.co.id/willy abraham
Kasdim 0817/Gresik Mayor (Inf) Sugeng Riyadi (tiga dari kanan) mengepalkan tangan, menunjukkan kondisinya sehat kepada awak media di Makodim 0817 Gresik, Senin (18/1/2021). Terbaru, penyebar hoaks itu ditangkap polisi. Dia menyebarkan dari Lapas Porong. 

SURYA.co.id | SURABAYA - TT (44) selaku penyebar hoaks Kasdim Gresik meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19 menyebarkan dari Lapas Porong.

Dia menyebarkan hoaks tersebut dari balik jeruji besi menggunakan handphone (HP) sendiri yang diselundupkan temannya.

TT merupakan narapidana (napi) kasus pembunuhan.

Setelah ditangkap polisi, pengakuan penyebar hoaks itu juga membikin jengkel publik lantaran dilakukan karena iseng.

Sebelumnya, setelah hoaks itu viral, Mayor Inf Sugeng Riyadi selaku Kasdim 0817/Gresik melaporkan kepada Polres Gresik.

Kepala Lapas (Kalapas) Porong Gun Gun Gunawan mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian menindaktegas napi tersebut.

Biodata Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi yang difitnah meninggal usai disuntik vaksin sinovac.
Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi yang difitnah meninggal usai disuntik vaksin sinovac. (Pendam V Brawijaya via Kompas.com)

"Sudah ditangani secara bersama dengan pihak kepolisian Polres Gresik.

Yang jelas sudah kami tindak.

Udah kita (masukkan) sel khusus sesuai dengan ketentuan karena pelanggaran berat," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, (20/1/2021).

Ke depannya pihaknya tidak akan memberi remisi dan hak-haknya.

Masih kata Gun Gun, menurut pengakuan tersangka bahwa dia dapat ponsel dari temannya yang diselundupkan.

"Pengakuannya di BAP dia mendapat HP dari temannya yang bersangkutan ditahan pada tahun 2019," lanjutnya.

Modusnya, tersangka TT mengaku hanya iseng saja.

TT sendiri sudah dipindah sel.

Adapun berapa lamanya bisa satu bulan atau lebih.

Polres Gresik merilis

Polisi menangkap pelaku penyebar hoaks Kasdim 0817/Gresik Mayot Inf Sugeng Riyadi meninggal usai disuntik vaksin.

Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet H.S menerangkan, tim cyber Polda Jatim dan Polres Gresik memburu tersangka yang menyebarkan kabar bohong Kasdim Gresik meninggal usai disuntik vaksin covid-19 buatan Sinovac.

"Polda Jatim dan Polres Gresik mengamankan satu tersangka sudah diamankan di wilayah Gresik kemarin. Pelakunya orang Gresik," ucapnya kepada awak media di Mapolres Gresik, Rabu (20/1/2021).

Didampingi Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Saifudin Ghozali menambahkan, tersangka adalah pembuat dan penyebar berita bohong itu melalui whatsapp.

"Sementara satu, pelaku utamanya langsung kemudian penyebaran. Posisinya ada di Gresik," tegas Jenderal Bintang Satu ini.

Disinggung mengenai motif tersangka yang menyebarkan berita bohong, pihaknya mengaku tim penyidik masih mendalami. Pihaknya menegaskan bahwa tersangka adalah warga yang berdomisili di Gresik dan memiliki KTP Gresik.

Terkait latar belakang tersangka apakah berstatus narapidana atau yang lainnya, masih belum bisa disampaikan.

"Sementara masih kita dalami, nanti perkembangan akan kita sampaikan," terangnya lagi.

Pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat 1 Undang-undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 28 Ayat 1 Undang-undang RI No.11 th 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik. Ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Waka Polda Brigjend Pol Slamet meminta masyarakat Indonesia untuk ikut mensukseskan program vaksinasi yang sedang berjalan. Pihaknya menyampaikan bahwa vaksin tersebut aman, orang nomor dua di Jawa Timur yang disuntik vaksin ini mengaku sehat bahkan bisa ikut memberikan keterangan di Gresik.

"Progam vaksinasi adalah ikhtiar bagi bangsa Indonesia agar terhindar dan bebas Covid-19 agar segera terhindar dan terbebas dari Pandemi Covid-19, bahwa sampai dengan saat ini kondisi saya baik-baik saja," pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam kabar bohong tersebut, Kasdim 0817/Gresik, Mayor Inf Sugeng Riyadi dikatakan meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac. Berdasarkan foto yang dilingkari biru oleh pelaku, itu adalah foto Danramil Kebomas, almarhum Mayor Kav Gatot Supriyono.

Almarhum Gatot menghembuskan nafas terakhir pada Jumat, 15 Januari pukul 23.00 Wib di rumah sakit terindikasi sakit jantung, sudah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Almarhum belum pernah menerima vaksinasi sinovac. Bahkan tidak mendapatkan vaksin itu.

Dihari yang sama, Kasdim melaksanakan vaksinasi perdana di RSUD Ibnu Sina, Gresik menggantikan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail karena tekanan darah tinggi, dan tidak memenuhi kriteria vaksinasi saat itu.

Dandim bersama Kapolres, tenaga kesehatan dan influencer akhirnya menerima vaksin pada Selasa (19/1/2021) kemarin di puskesmas Alun-alun dalam vaksinasi serentak 300 tenaga kesehatan puskesmas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved