Berita Surabaya
Perampas Handphone Guru Besar ITS Ditangkap, Pelaku Masih Anak-anak Tapi Sudah dua Kali Jambret
Hasil penyidikan, dua pelaku itu ternyata sudah dua kali beraksi. Handpone hasil curian dijual dibagi untuk membeli rokok dan senang-senang.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Anas Miftakhudin
SURYA.co.id | SURABAYA - Perampas ponsel milik Guru Besar ITS, Prof Udisubakti Ciptomulyono saat Gowes ditangkap anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Penangkapan terhadap pelaku yang masih anak-anak itu adalah MZ dan SA berlangsung di rumahnya kawasan Simokerto dan Sidotopo, Minggu (17/1/2021).
Pertama ditangkap tersangka MZ kemudian mengembang ke tersangka SA.
Ketika ditangkap, tersangka mengakui perbuatannya.
Seketika itu, kedua tersangka yang masih berstatus pelajar itu digiring ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam pemeriksaan terungkap, peristiwa penjambretan berlangsung, Minggu, 18 November 2020 pagi.
Kejadiannya di sekitar wisata watu-watu Pantai Kenjeran Surabaya.
"Korban saat itu tengah duduk usai bersepeda dan hendak istirahat sebentar. Korban kemudian mengeluarkan handpone dan ternyata sudah diincar oleh dua pelaku," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, Selasa (19/1/2021).
Modusnya, kedua pelaku naik motor berjalan berkeliling dan mengincar penggowes di jalanan sepi.
Hasil penyidikan, dua pelaku itu ternyata sudah dua kali beraksi.
Handpone hasil curian dijual dibagi untuk membeli rokok dan senang-senang.
"Yang pertama tidak ada laporan dan itu dilakukan di kota lain. Uangnya untuk makan sama beli rokok;" terang AKBP Ganis.
Kedua tersangka yang masih anak di bawah umur, rencananya akan didiversikan.
"Terkait pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sesuai pasal 7 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistim peradilan anak, bahwa terhadap ancaman tersebut wajib hukumnya diversi. Nantinya kami akan bekerja sama dengan Bapas," jelasnya.
Sementara itu, Prof Udisubakti yang hadir dalam press rilis mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil melacak dan menangkap pelakunya.
"Ini prestasi yang patut diapresiasi. Saya juga berharap agar kejadian ini menjadi koreksi terutama calon korbannya bisa saja terjadi pada penggowes yang tengah berolah raga pagi di sekitar lokasi tersebut. Jadi mereka bisa ragu-ragu kalau olah raga karena mendengar maraknya aksi penjambretan," ucap korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jambret-its.jpg)