Bentrok Polisi vs Laskar FPI

FAKTA BARU Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi, Komnas HAM: Ada Ucapan ‘Serang Balik’

Fakta baru bentrok polisi vs Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek dari rekaman voice yang diperiksa oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM)

Editor: Iksan Fauzi
Tribunnews/Jeprima
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab didampingi kuasa hukumnya, Munarman tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). Komnas HAM mengungkap fakta baru perihal bentrok polisi vs Laskar FPI yang terdapat suara tertawa-tawa ketika salah satu laskar menangis dan tertembak. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Fakta baru bentrok polisi vs Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek dari rekaman voice yang diperiksa oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM).

Fakta baru yang diungkap Komnas HAM tersebut adalah ada suara tertawa-tawa dari Laskar FPI pengawal Rizieq Shihab alias Habib Rizieq pada 7 Desember 2020 lalu.

Suara tertawa itu terdengar saat ada anggota Laskar FPI menangis karena kena tembak. Bahkan, ada juga suara mengucap 'serang balik'.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan itu dalam diskusi daring di akun Youtube Medcom.id, Minggu (17/1/2021).

“Setelah ada tembakan dan ada yang menangis terkena tembakan, ‘serang balik’, ada.

Sebelum ada tembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” ucap Taufan.

Rekaman voice note selama 20 menit itu juga sudah didengarkan oleh ahli psikologi forensik yang independen dan bahkan memiliki pengalaman bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS atau FBI.

Berdasarkan keterangan ahli tersebut, kata Taufan, suasana psikologis para pengawal pemimpin FPI Rizieq Shihab itu tidak mencekam saat kejadian.

“Voice note menampakkan bahasa-bahasa bahwa mereka memang mau melakukan, kalau bahasa forensik psikologis istilahnya bertahan dan melawan, itu kesimpulan baseline-nya,” tuturnya.

Dari temuan Komnas HAM, eskalasi bentrok mulai terjadi ketika mobil laskar FPI menunggu mobil yang ditumpangi polisi.

Padahal, Rizieq dan rombongannya yang menjadi target dari operasi pembuntutan anggota Polda Metro Jaya telah menjauh dari petugas.

Taufan menuturkan, dari keterangan anggota laskar FPI yang diperiksa, mereka tidak menyebut secara spesifik mengetahui bahwa pihak yang membuntuti adalah polisi.

Namun, kata Taufan, ada keterangan yang didapat menunjukkan bahwa pihak laskar FPI ingin berhadapan dengan pihak yang membuntutinya.

Setelah mobil laskar FPI dengan mobil polisi bertemu, Komnas HAM mengungkapkan, terjadi kejar-mengejar, saling serempet, hingga berujung pada kontak tembak.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved