Breaking News:

Citizen Reporter

Corona dan Dampak Positif Pendidikan Kita

Akhir 2019 lalu, virus corona tersebar di Wuhan, China. Tak lama virus ini menyebar ke 200 lebih negara di dunia. Lalu pada Maret 2020 virus ini mulai

Editor: Adrianus Adhi
surya/IST
Virus flu Arab 

Akhir 2019 lalu, virus corona tersebar di Wuhan, China. Tak lama virus ini menyebar ke 200 lebih negara di dunia. Lalu pada Maret 2020 virus ini mulai memasuki Indonesia. Akhir Maret dinyatakan sebanyak 1.155 jiwa masyarakat Indonesia terkena virus tersebut.

Cepatnya penularan ini disebabkan karena banyak warga yang tidak mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing atau jaga jarak. Virus ini menyebar dan menular dari manusia yang positif Covid meloncat ke manusia yang negatif Covid melalui cipratan lendir saat bersin atau batuk.

Selain itu penularan juga banyak terjadi melalui tangan, maka pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan dengan sabun seusai melakukan kegiatan apapun.

Karena sulitnya penanganan virus corona ini, pemerintah menerapkan social distancing atau pembatasan interaksi sosial dengan cara tidak keluar rumah, baik yang bekerja maupun belajar.

Akibatnya banyak pabrik yang mengurangi jumlah karyawan dan semua sekolah meliburkan muridnya lalu mengganti pembelajaran offline dengan kegiatan belajar online.

Pembatasan interaksi social ini tidak hanya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap laju perekonomian masyarakat tetapi juga berpengaruh tak kalah besar dalam bidang pendidikan, sebab diberlakukannya pembelajaran online dari rumah atau daring (dalam jaringan) membutuhkan kesiapan dari semua unsur.

UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) menyebutkan bahwa pandemi virus corona mengancam sebanyak 577.305.660 pelajar dari pendidikan pra-sekolah dasar hingga menengah atas dan 86.034.287 pelajar dari pendidikan tinggi di seluruh dunia.

Beberapa faktor utama yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan teknologi diantaranya adalah penguasaan teknologi, keterbatasan sarana prasarana, jaringan internet dan pembiayaan.Kendala pertama penguasaan teknologi yaitu penguasaan baik dari pihak guru, siswa maupun orang tua.

Android atau telpon yang sudah digunakan baru dimanfaatkan untuk hiburan saja, sedangkan saat di lakukan kegiatan daring dibutuhkan kemampuan penguasaaan bagaimana menggunakan apalikasi untuk belajar seperti google classroom, zoom meeting dan sebagainya. Kendala kedua yaitu keterbatasan sarana prasarana. Banyak murid yang sudah memiliki telpon tapi masih terbatas dalam support internet.

Sedangkan dalam situasi seperti ini untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sangat sulit. Banyak juga murid atau guru yang letak geografis tempat tinggalnya susah atau bahkan belum terjangkau oleh jaringan internet.Kendala selanjutnya yaitu pembiayaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved