Breaking News:

Berita Tuban

Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Tiga Warga Kabupaten Tuban Ditetapkan Tersangka

Tiga tersangka atas kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

surya.co.id/m sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat memimpin ungkap kasus pengambilan paksa jenazah pasien covid-19 di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Senin (18/1/2021) 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Satreskrim Polres Tuban menetapkan tiga tersangka atas kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

Ketiganya yaitu NU (38), AA(32) dan N (53), warga setempat, karena terbukti melanggar UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

"Tiga orang kita tetapkan tersangka atas kasus pengambilan paksa jenazah covid-19," kata Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus di Mapolres, Senin (18/1/2021).

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Yoan Septi Hendri, Kapolres menjelaskan, ketiga orang ini masih ada hubungan keluarga dengan pasien yang telah meninggal.

Sebelum menetapkan tiga orang tersangka, polisi memanggil 6 orang sebagai saksi guna dimintai keterangan atas kasus tersebut.

"Sempat kita periksa 6 orang sebagai saksi, namun tiga orang yang memenuhi unsur ditetapkan tersangka," ujarnya.

Baca juga: Jelang Vaksinasi di Kabupaten Tuban, Jubir Satgas Covid-19 : Fasilitas Kesehatan Sudah Disiapkan

Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI SD Kelas 4, Senin 18 Januari 2021: Dorong atau Tarik?

Baca juga: Bocah SMP Tenggelam di Sungai Sadar Kabupaten Mojokerto, Berawal saat Memancing Bareng Teman

Mantan Kapolres Madiun itu menjelaskan, ketiga orang ini memprovokasi warga setempat untuk melakukan penghadangan dan pengambilan paksa jenazah covid-19 saat akan tiba di rumah duka.

Kemudian mereka memotori untuk mengambil jenazah di ambulan tersebut, lalu dimandikan kemudian disalati hingga dimakamkan.

"Barang bukti yang kita amankan gunting dan linggis, serta hasil swab pasien yang positif covid-19, tersangka diancam hukuman 1 tahun penjara," pungkasnya.

Seperti diketahui, Jumat (25/12/2020) AR tokoh masyarakat Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo meninggal di RS Ali Mansyur.

Namun karena belum mempunyai tim pemulasaraan jenazah, atas persetujuan keluarga akhirnya jenazah dikirim ke RSUD dr Koesma Tuban untuk dimandikan dan disalati sesuai Protokol Kesehatan.

Awalnya keluarga korban sudah sepakat dengan Muspika, untuk pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19.

Namun saat jenazah akan dimakamkan di pemakaman desa setempat, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulan yang dikawal Patwal dari Satlantas Polres Tuban.

Massa lalu meminta paksa Jenazah untuk diturunkan.

Sempat terjadi perdebatan antara Polisi dan petugas pemulasaraan dengan massa, karena kalah jumlah dan massa tidak bisa dicegah akhirnya kejadian tersebut tak bisa dihindari.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved