Breaking News:

Berita Sidoarjo

LPBI-NU Bagikan 931 Paket Sembako untuk Warga Sidodadi Taman Sidoarjo

Lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Sidoarjo menggulirkan paket bantuan sembako.

surya.co.id/m taufik
 Anik Maslachah saat menyerahkan bantuan untuk warga. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Sidoarjo menggulirkan paket bantuan sembako di desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (17/01/2021).

Bantuan paket sembako dalam rangkaian kegiatan program PKMM Covid-19 itu menyasar 931 kepala keluarga, setara dengan 36,5% total kepala keluarga di desa Sidodadi. 

"Tentu semua ini terselenggara berkat sinergisitas semua pihak dalam, utamanya dalam menghadapi pandemi covid-19," kata Ketua PC LPBI NU Sidoarjo Nur Muchamad Sholichuddin.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Anik Maslachah dalam kegiatan ini.

"Banyak hal yang bisa dilakukan ,untuk menutupi kekurangan yang muncul dari program ini, seperti jangkauan yang lebih luas dari sasaran program saat ini yang hanya di dua desa saja. Semoga ke depan bisa lebih maksimal lagi," lanjut Cak Soleh, panggilan Nur Muchamad Sholichuddin.

Termasuk bisa berkembang dalam hal sosial lainnya. Seperti penanganan upaya kesehatan masyarakat dan pemulihan sosial lainnya. Termasuk pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Disebut dia, dalam program yang dijalankan saat ini juga menyediakan fasilitas rumah karantina di tiap RW desa sasaran untuk mengurangi keterbatasan ruang kamar  isolasi pada rumah sakit rujukan dan memutus rantai penyebaran virus.

Sementara Anik Maslachah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur yang hadir di sana menyebut bahwa pemberian bantuan sembako kepada masyarakat di masa pandemi sangat bermanfaat bagi upaya memperkuat ketangguhan masyarakat.

Dia mengapresiasi program pembagian paket sembako dengan penggunaan teknologi informasi. Menurutnya, akuntabilitas dan akurasi sasaran  penerima manfaat lebih bisa terjamin.

"Masyarakat tidak saja rentan terpapar virus covid-19, juga rentan terhadap penurunan pendapatannya. Sehingga tidak cukup untuk melindungi dengan protokol kesehatan 3 M saja, tapi perlu dilindungi juga potensi penurunan pendapatan masyarakat baik dalam bentuk bantuan sembako maupun stimulus ekonomi lainnya," ujar Anik.

Menurut perempuan yang juga sekertaris Dewan pengurus daerah ( DPW) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Jawa Timur ini, memasuki bulan Januari ini Jatim menduduki peringkat pertama dari seluruh provinsi Indonesia terkait infeksi rate ( terpapar covid-19) dan fatality rate ( kematian)sehingga berbagai kabupaten di Jawa timur diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM).

" Semua pihak harus patuh protokol kesehatan, memakai masker secara benar, sering cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak. Mengurangi aktifitas di luar rumah untuk menurunkan angka infeksi dan kematiannya," pesannya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved