Breaking News:

Techno

WhatsApp Akhirnya Keder, Kebijakan Privasi Baru Ditunda Setelah Muncul Pesan Berantai Unistall WA?

Pihak WhatsApp akhirnya keder juga setelah kebijakan privasi barunya menuai polemik di kalangan pengguna apliksi perpesanan tersebut.

Editor: Iksan Fauzi
Ist
Pihak WhatsApp akhirnya menunda kebijakan privasi baru setelah jadi polemik dan muncul gerakan unistall WA. 

WhatsApp juga meluruskan bahwa lokasi yang dibagi di dalam pesan dan juga daftar kontak tidak akan ikut diteruskan ke Facebook.

Sebelumnya, WhatsApp mengaku telah berbagi data terbatas dengan Facebook sejak tahun 2016.

"Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook," tulis WhatsApp.

Ramai pesan berantai pindah aplikasi

Sebuah pesan berantai yang menyerukan ajakan untuk segera meninggalkan platform WhatsApp belakangan marak beredar di grup-grup WhatsApp.

Namun, isi pesan tersebut tidak sepenuhnya benar, terutama soal data yang dibagikan.

Dalam berbagai kesempatan, WhatsApp telah mengklarifikasi bahwa kebijakan privasi baru yang diumumkan awal Januari lalu hanya mencakup perpesanan ke akun bisnis.

Perpesanan ia akun bisnis ini juga bersifat opsional.

Sementara itu, pesan pribadi antar-individu maupun grup menggunakan akun personal tetap dilindungi enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encrypted).

Secara teori, pesan tersebut hanya bisa dilihat oleh si pengirim dan penerima.

Pihak WhatsApp atau pihak ketiga lain, termasuk Facebook, tidak bisa mengintip pesan ini.

Hal yang sama juga berlaku untuk panggilan telepon via WhatsApp.

"Kami tidak membagikan data ini dengan Facebook untuk tujuan periklanan.

Sekali lagi, chat privat ini terenkripsi secara end-to-end sehingga kami tidak dapat melihat isinya," jelas WhatsApp.

Dengan kata lain, isi obrolan pengguna tidak bisa diintip oleh WhatsApp.

WhatsApp juga menegaskan tidak membagikan kontak pengguna dengan Facebook.

Grup di WhatsApp pun akan tetap privat dan dilindungi enkripsi seperti di percakapan pribadi.

Adapun soal metadata, yang akan diteruskan WhatsApp ke Facebook adalah alamat IP perangkat, lokasi, level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, dan informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP).

WhatsApp turut meluruskan bahwa pihaknya tidak akan membagikan lokasi yang dibagikan pengguna dalam percakapan.

"Ketika Anda membagikan lokasi dengan seseorang di WhatsApp, lokasi tersebut dilindungi oleh enkripsi end-to-end.

Ini berarti tidak seorang pun yang dapat melihat lokasi Anda, kecuali pengguna yang Anda bagikan," kata WhatsApp.

Jadi, apakah harus mengikuti ajakan meninggalkan WhatsApp atau tidak?

Apabila Anda tidak keberatan dengan data yang dibagikan WhatsApp, mungkin aplikasi ini masih bisa dipakai untuk menjaga komunikasi.

Namun, jika Anda keberatan, ada sejumlah alternatif yang bisa dipilih di toko aplikasi Android dan iOS.

Pastikan untuk membaca ketentuan penggunaannya dengan teliti agar memperoleh yang benar-benar lebih cocok dibanding WhatsApp.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebijakan Baru WhatsApp Ditunda, Tidak Ada Akun yang Dihapus 8 Februari" dan artikel berjudul "Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved