Breaking News:

Berita Ponorogo

Tahun 2020, Jumlah Bencana Alam di Ponorogo Turun, Tanah Longsor dan Banjir Masih Mendominasi

Pada tahun 2019, jumlah bencana alam di Ponorogo mencapai 194 kali. Sedangkan di tahun 2020, terjadi 170 kali bencana alam.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/sofyan arif
Jembatan yang menghubungkan Desa Ngadirojo dan Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Ponorogo putus setelah diterjang banjir. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat jumlah bencana alam sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019.

Pada tahun 2019, jumlah bencana alam di Ponorogo mencapai 194 kali.

Sedangkan di tahun 2020, terjadi 170 kali bencana alam.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan menurunnya jumlah bencana alam di Ponorogo ini terjadi karena siklus musim yang tidak sama antara tahun 2019 dan tahun 2020.

"Pada tahun 2019 musim kering relatif lebih panjang dibandingkan dengan tahun 2020. Sebaliknya pada tahun 2020 musim hujannya lebih panjang," ucap Budi, Jumat (15/1/2021).

Budi merinci pada tahun 2019, terjadi 26 kali longsor di Ponorogo, lalu banjir terjadi sebanyak 34 kali.

Kekeringan terjadi di 10 titik, kebakaran 39 kali, angin besar 79 kali, dan tanah retak 6 titik.

Sedangkan di tahun 2020, telah terjadi 52 kali tanah longsor, lalu banjir di 53 titik dan kekeringan di 1 titik.

"Kebakaran terjadi 18 kali, lalu angin besar 43 titik, dan tanah retak di 3 titik," jelasnya.

Pada tahun 2020, mayoritas bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor.

Budi menyebutkan daerah yang paling sering mengalami tanah longsor adalah Kecamatan Ngrayun.

"Di Ngrayun ini memang sering terjadi longsor namun dengan skala yang relatif kecil," jelas Budi.

Sedangkan yang saat ini menjadi fokus pengawasan BPBD adalah potensi tanah gerak dan tanah longsor di empat titik.

"Yang pertama di Desa Talun, Kecamatan Ngebel lalu Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan Desa Tugurejo serta Desa Tugunongko di Kecamatan Slahung," ucap Budi.

Sedangkan untuk banjir, titik-titik yang menjadi langganan adalah Kecamatan Siman, Kecamatan Kauman, dan Kecamatan Ponorogo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved