Breaking News:

Kadin Jatim

Gandeng BPS, Kadin Jatim Siap Validasi Data Ekonomi agar Lebih Tepat dan Akurat

Kadin Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim sepakat melakukan validasi data ekonomi yang lebih tepat dan akurat.

Foto: kadin jatim
Pertemuan jajaran Kadin Jatim dipimpin Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto dengan Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim sepakat melakukan validasi data ekonomi yang lebih tepat dan akurat.

Hal itu sebagai  landasan menentukan kebijakan ekonomi kedepan.

"Untuk itu, kami berupaya menjalin kerjasama yang baik, melakukan audiensi dengan  Kami hadir di kantor BPS Jatim agar kami saling kenal dan saling bisa mendukung demi terwujudnya ekonomi yang baik," kata Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim seusai bertemu dengan Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, Jumat (15/1/2021).

Ikut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang  Ketenagakerjaan dan SDM Kadin Jatim Nurul Indah Susanti dan Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, Darno.

Adik mengungkapkan bahwa bermitra baik dengan BPS menjadi sangat penting karena selama ini Kadin Jatim sering menemukan kesulitan jika membutuhkan beberapa data seputar ekonomi Jatim, misalkan data tentang sektor pertanian,  sektor industri, perdagangan hingga soal UMKM.

"Ternyata di BPS datanya lengkap. Data terkait stimulus yang paling diharapkan pelaku UMKM saat pandemi pun ada. Ternyata sebagian besar meminta keringanan tagihan listrik," tegasnya.

Selanjutnya data terkait perdagangan antar pulau misalnya, juga sangat dibutuhkan oleh Kadin Jatim. 

Dari data tersebut, Kadin akhirnya bisa menentukan daerah mana yang potensial untuk digarap dan komoditas apa yang sangat dibutuhkan dan diminati penduduk di provinsi lain.

"Dari sisi BPS, mereka meminta Kadin Jatim untuk mendorong anggotanya mau mengisi survei industri yang biasa dilakukan BPS secara berkala, karena ternyata selama ini banyak industri yang enggan mengisi blangko survei tersebut. Keengganan itu menurut saya lebih disebabkan karena kurangnya sosialisasi," tandas Adik.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved