Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

UWKS Ciptakan Peluang Usaha di Masa Pandemi lewat International Virtual Conference

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) selama tiga menggelar International Virtual Conference.

surya.co.id/zainal arif
Suasana International Virtual Conference On Economics And Business yang digelar di Ruang Bangsal Pancasila Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Kamis (14/1/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) selama tiga hari dimulai Kamis (14/1/2021) menggelar International Virtual Conference On Economics And Business.

Bertempat di Ruang Bangsal Pancasila UWKS sebanyak 55 mahasiswa dari perwakilan tiap fakultas berkesempatan mengahadiri kegiatan tersebut secara langsung meski dengan penerapan prokes yang ketat.

Tak hanya itu, sebanyak 800 partisipan juga tergabung melalui platform Zoom Meeting terlihat antusias saat menyimak pemaparan narasumber dari 4 Negara yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Korea.

Dekan FEB UWKS, Ginanto Gunawan menyebut International Virtual Conference menjadi sebuah wujud komitmen UWKS untuk berkontribusi dalam membantu pemulihan ekonomi akibat dampak Pandemi Covid-19 baik secara Regional, Nasional, maupun Internasional.

"Kondisi saat ini, banyak orang mengalami berbagai macam kesulitan ekonomi, sehingga peluang harus diciptakan sehingga hadirnya akademisi dan praktisi dari keempat negara ini kami harapkan dapat membantu peserta untuk melihat peluang-peluang yang ada," kata Ginanto Gunawan.

Dalam kesempatan kali ini, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menyampaikan Arah Kebijakan Pemerintah dalam Digitalisasi Proses Bisnis untuk Memperkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Sementara narasumber kedua datang dari Dean of Perdana University School of Business, Malaysia yaitu Assoc Prof Bahrulmazi Edrak menceritakan pertumbuhan ekonomi serta regulasi ekonomi Malaysia dari mulai 30 tahun lalu sampai saat ini.

Dimana diketahui, Malaysia sebagai negara dengan basis kerajaan mempunyai Malaysia Plan sebagai panduan atau regulasi yang harus diikuti setiap orang yang ingin membangun bisnis start-up.

Selain pemaparan dari akdemisi, ada juga pemaparan dari seorang praktisi pada hari ini, yaitu Irfan A Tachrir selaku Chief Operating Officer and Chief product Development, PT Sentuh Digital Teknologi.

Ia menyampaikan keadaan Pandemi Covid-19 kini mengakibatkan sumber daya manusia semakin tidak dibutuhkan perusahaan.

Pasalnya, perusahaan berusaha untuk memaksimalkan pemanfaatan media digital untuk mengurangi biaya pengeluaran untuk membayar gaji karyawan sehingga semakin banyak keuntungan didapat oleh perusahaan.

"Keadaan ini harus mampu dibaca oleh masyarakat, terutama Indonesia terkenal dengan bonus demografinya. Masyarakat harus mampu menyesuaikan diri san melakukan inovasi dengan mengeksplor diri menciptakan bisnis baru," papar Irfan.

Dilain pihak, sebagai peserta Yuka Nabilah, Mahasiswa Jurusan Manajemen UWKS mengaku semakin termotivasi untuk dapat menciptakan sebuah usaha baru.

"Dihari pertama ini saya menyadari bahwa Indonesia lebih memudahkan masyarakatnya untuk dapat menciptakan bisnis ketimbang di Negara Malaysia sehingga kemudahan inilah yang akan saya manfaatkan untuk dapat menciptakan peluang," ungkapnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved