Breaking News:

Penanganan Covid 19

Upaya Kendalikan Covid, Pemkab Tuban Batasi Operasional Kafe Wisata hingga Kapasitas Tempat Ibadah

Bupati Tuban, Fathul Huda, menandatangani Surat Edaran (SE) tentang Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

surya.co.id/m sudarsono
Konferensi pers Bupati Tuban, Fathul Huda saat update perkembangan Covid-19 pemberlakuan jam malam. 

SURYA.co.id | TUBAN - Bupati Tuban, Fathul Huda, menandatangani Surat Edaran (SE) tertanggal 12 Januari 2021, tentang Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. 

SE Bupati bernomor 367/133/414.012/2021 itu merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomariyati mengatakan, SE Bupati Tuban di awal tahun 2021 tersebut memuat langkah-langkah sinergis antara Pemkab Tuban, Instansi Vertikal, pihak swasta dan elemen masyarakat. 

"Berlaku mulai 13 Januari hingga jangka waktu yang belum ditentukan, harus diikuti semua pihak agar penyebaran Covid-19 dapat teratasi," ujarnya, Kamis (14/01/2021).

Dia menjelaskan, lima poin dalam SE yaitu Pertama, kegiatan belajar mengajar di semua jenjang pendidikan dilakukan secara daring. 

Kedua, usaha restoran dan sejenisnya yang melayani makan atau minum ditempat dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat maksimal sampai pukul 21.00 WIB.

Sedangkan, pelayanan makanan atau minuman melalui pesan antar dan dibawa pulang diijinkan sesuai operasional restoran.

Ketiga, pengelola kegiatan seperti supermarket atau mall diperbolehkan beroperasi sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan mengatur sirkulasi pengunjung dan mematuhi protokol kesehatan ketat.

Keempat, operasional objek wisata dilakukan dengan membatasi pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas objek wisata, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan bagi pengelola maupun pengunjung.

Kelima, kegiatan di tempat ibadah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal.

Kemudian untuk pelaksanaan kegiatan hajatan, seni, budaya, atau pertemuan lainnya diatur sesuai dengan regulasi dan protokol kesehatan. Di antaranya pembatasan jumlah undangan, jam kehadiran, dan mendapat ijin kegiatan dari Satgas Covid-19 setempat atau pertimbangan dari OPD terkait.

"Satgas Covid-19 maupun OPD terkait dapat mengambil tindakan apabila terjadi pelanggaran terhadap pembatasan kegiatan tersebut, salah satunya dibubarkan," tegas Jubir. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Tuban ini menambahkan, Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban akan kembali mengoptimalkan posko Satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan desa. Serta didukung dengan difungsikannya kembali desa dan kampung tangguh di tiap kecamatan.

Tidak hanya itu, pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan terjadinya kerumunan secara persuasif dan edukatif. Juga mengintensifkan kegiatan tracking, tracing, dan meningkatkan fasilitas kesehatan.

"Akan ditambah fasilitas kesehatan seperti tempat tidur, ruang ICU dan rumah isolasi. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus corona. Di antaranya pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak aman," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved