Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Kepala RSAL dr Ramelan Surabaya Gagal Disuntik Vaksin Covid-19 di Grahadi, Ini Penyebabnya

Ada 22 orang yang masuk dalam daftar orang pertama Jawa Timur yang disuntik vaksin Covid-19 di Gedung Grahadi, Namun, hanya 21 yang terealisasi.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Vaksinator menyiapkan dosis vaksin Covid-19 yang akan diberikan pada calon penerima vaksinasi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/1/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ada 22 orang yang masuk dalam daftar orang pertama Jawa Timur yang disuntik vaksin Covid-19 di Gedung Grahadi, Kamis (14/1/2021) pagi.

Namun, hanya 21 yang terealisasi dapat dan dinyatakan layak divaksin.

Satu orang yang batal divaksin pagi ini adalah Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan Surabaya, Radito Soesanto.

Sesuai jadwal dan sudah mendapatkan sms blast verifikasi dari Kemenkes, Radito Soesanto dipanggil dan didata di meja satu.

Tapi, ia tampak lama saat diverifikasi di meja dua. Radito Soesanto diukur tensi darahnya dan juga dianjurkan untuk pengisian P-Care. Namun, hasilnya tidak diiizinkan untuk disuntik vaksin Covid-19 pagi ini, karena tensi darahnya dinyatakan terlalu tinggi.

Maka Radito Soesanto tidak diperbolehkan melanjutkan suntik vaksin Covid-19 di meja tiga. Ia pun lalu diarahkan protokol dan tim kesehatan untuk memasuki ruangan di dalam Gedung Grahadi.

Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum bisa disuntik vaksin Covid-19.

"Seperti yang saya jelaskan di meja dua memang yang paling lama. Tensi darah dicek dan ada 16 pertanyaan tentang kondisi kesehatan disampaikan. Nah beliau tensinya tinggi maka tidak bisa divaksin hari ini, dari 22 daftar kita, satu yang batal," tegas Joni.

Namun meski begitu, bukan berarti Radito Soesanto tidak akan disuntik vaksin Covid-19.
Vaksinasi tetap bisa dilakukan namun harus menunggu kondisinya stabil. Radito Soesanto dianjurkan Joni untuk berobat dan istirahat dahulu dan diperiksa ulang, jika dinyatakan layak beliau tetap bisa disuntik vaksin.

Baca juga: Wagub Emil Dardak Jadi Orang Pertama di Jatim yang Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Mengaku Merasakan Efek Seperti Ini Usai Disuntik Vaksin

Baca juga: Setelah Divaksin Covid-19, Crazy Rich Surabaya Tom Liwafa Minta Anak Muda Jatim Sukseskan Vaksinasi

"Tensinya beliau 170, minta diobati dahulu dan memang di-approve untuk diobati dulu," terang Joni.

Sedangkan nama-nama orang yang divaksin hari ini yaitu Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Pangdam V Brawijaya Suharyanto, Kajati Jatim M Dofir, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Wakapolda Jatim Slamet Hadi S, Ketua IDI Jatim Sutrisno, Kabiddokes Polda Jatim Hisbullah Huda, Kepala BBPOM Rustiawati.

Selain itu juga Dirut RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi, Dekan FKM Unair Santi M, Deputi Direktur BPJS Jatim I Made Puja Yasa, Ketua DPW PPNI Jatim Nursalam, Ketua SPSI Ahmad Fauzi, Anggota PGRI Jatim Teguh S.

Lalu juga ada Influencer Bayu Skak, Anggota IBI Jatim Wahyul Anis, Anggota Pemuda Hindu Jatim I Dewa Agung Wirya Guna, Anggota Pemuda Kristen Jatim Aurelia Teodosia, Pemuda Ansor Jatim M Syafiq Syauqi dan influencer Arrizal Liwafa atau Tom Liwafa.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved