Breaking News:

Berita Tuban

Lulusan Sarjana Hukum Sukses Budidaya Jamur, Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Darmaun mengaku baru tahu klaau serbuk kayu keras seperti jati, mahoni, dan mangga bisa dipakai sebagai bahan baglog

surya/mochamad sudarsono
Darmaun, pembudidaya jamur lokal sedang memeriksa perkembangan jamurnya di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak Tuban, Rabu (13/1/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Kesuksesan tidak semudah membalik telapak tangan, dan itu dirasakan pembudidaya jamur tiram seperti Darmaun. Meski jatuh bangun dialaminya selama 10 tahun terakhir, pria asal Tuban itu mampu eksis di usaha jamur dan memberdayakan tenaga kerja lokal.

Berkat ketekunannya, pria asal Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak Tuban itu kini meraih kesuksesan. Ia bercerita awal mula merintis usahanya, peluang budidaya jamur dan permintaan pasar yang tinggi membuatnya mengajukan proposal ke PT United Tractors Semen Gresik (UTSG).

Tanpa modal sepeser pun, ia mendapat 1.000 baglog kemudian dilanjutkan mengikuti pelatihan dengan ilmu yang terbatas. Ayah dari dua anak ini terus mencari informasi di media sosial dan buku, untuk mengetahui komposisi baglog yang pas.

"Ada empat kali percobaan gagal membuat baglog, seperti memakai drum kecil saat upaya pertama. Lalu diberi buku dari teman dan berhasil membuat baglog meskipun belum sempurna," kisah Darmaun, Rabu (13/1/2021).

Mantan Ketua Karang Taruna Desa Tlogowaru itu menjelaskan, setelah mempelajari baglog ia kemudian mengumpulkan serbuk kayu gergaji dari wilayah sekitar. Darmaun mengaku baru tahu klaau serbuk kayu keras seperti jati, mahoni, dan mangga bisa dipakai sebagai bahan baglog.

Tambahan pengetahuan itu juga seperti menambah semangat Darmaun untuk mencoba lagi. Dibantu istri dan anaknya, ia lantas memulai proses pembuatan baglog.

Ternyata seiring waktu, kesabarannya berbuah karena usahanya berkembang. Ia bisa merekrut empat orang tetangganya sebagai karyawan, karena permintaan semakin tinggi.

Setelah mahir membuat baglog, Darmaun bereksperimen membuat spora yang menjadi bibit penjamuran. Lagi-lagi tiga kali upaya masih gagal sehingga ia memutuskan untuk membeli spora.

"Akhirnya uji coba spora pun dilanjutkan dan berhasil. Jadi pernah gagal berkali-kali, baik membuat baglog maupun spora," terang pria yang juga seorang Sarjana Hukum tersebut.

Ia mengenang, saat itu tetangga dan masyarakat sekitar acuh melihat budidaya jamurnya. Baginya itu wajar, karena banyak yang belum tahu potensi pasar jamur. Jamur adalah sayuran organik sangat banyak manfaatnya, seperti untuk ibu-ibu yang sedang diet atau menurunkan berat badan.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved