Breaking News:

Berita Madiun

Lalai Membayar Proyek Konstruksi, Anak Perusahaan PT INKA Digugat Rp 500 Juta

Endratno Rajamai menjelaskan dalam perkara ini, pihak penggugat telah menggugat PT IMSS karena belum menyelesaikan pembayaran atas pekerjaan

SURYA.CO.ID/Rahadian Bagus
Trem bertenaga baterai buatan PT INKA 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Kelalaian anak perusahaan PT INKA Persero membayar proyek konstruksi yang selesai pada 2018, berujung hukum. Seorang vendor jasa konstruksi bernama Widodo, warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan menggugat PT IMSS melalui Pengadilan Negeri Kota Madiun, Rabu (13/1/2021).

Gugatan sederhana ini terdaftar di PN Kota Madiun dengan nomor perkara 3/Pdt.G.S/2021/PN Mad dengan jenis perkara perbuatan melawan hukum. Rabu (13/1/2021), digelar sidang pertama dengan agenda mediasi dan pembacaan gugatan, dipimpin Majelis Hakim, Nur Salamah di ruang sidang utama PN Kota Madiun.

Penggugat Widodo datang didampingi kuasa hukumnya, Arifin Purwanto. Sedangkan pihak tergugat diwakili oleh Direktur Utama PT IMSS, M Choliq didampingi tim kuasa hukum.

Humas PN Kota Madiun, Endratno Rajamai menjelaskan bahwa dalam perkara ini, pihak penggugat telah menggugat PT IMSS karena belum menyelesaikan pembayaran atas pekerjaan.

"Kalau sesuai dengan gugatannya itu ada pekerjaan yang sudah dilakukan penggugat, tetapi pembayarannya menurut penggugat belum diselesaikan oleh PT IMSS," jelas Endratno.

Ia menjelaskan, sidang yang digelar merupakan tahapan sidang pertama dengan agenda pembacaan gugatan. Dalam persidangan berikutnya adalah agenda jawaban, pemeriksaan bukti dan saksi.

"Karena ini adalah gugatan sederhana, di mana ada beberapa proses persidangan yang tidak seperti perkara gugatan biasa, di mana tidak ada jawab menjawab, replik duplik tidak ada, tidak ada kesimpulan, jadi di mana batas waktu perkara juga singkat sekali. Setelah ini jawaban, dilakukan pemeriksaan bukti dan saksi, langsung putusan," jelasnya.

Sementara kuasa hukum penggugat, Arifin Purwanto mengatakan, PT IMSS belum melakukan pembayaran atas pekerjaan sipil yang telah dikerjakan penggugat pada kurun waktu 2016 hingga 2018.

"Pak Widodo sudah mengerjakan pekerjaan sipil, tetapi oleh PT IMSS ini belum dibayar. Jadi ada beberapa pekerjaan yang lokasinya di PT INKA, sudah selesai pekerjaannya tapi tidak dibayar oleh PT IMSS," kata Arifin.

Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan oleh penggugat, di antaranya pendempulan, pengecoran, pemasangan paving, pekerjaan beton bertulang. Jumlah uang yang belum dibayarkan oleh PT IMS atas pekerjaan tersebut sebesar Rp 406.476.650.

Selain itu, ditambah dengan bunga Rp 93.524.350, karena modal yang digunakan penggugat berasal dari pinjaman bank dan hutang di toko material bangunan.

Atas kerugian yang dialami, penggugat menggugat PT IMSS untuk membayar sebesar Rp 500 juta. "Jadi total kerugian yang diderita penggugat sebesar Rp 500 juta," katanya.

SementaraDirektur Utama PT IMSS, M Choliq, belum dapat dimintai keterangan terkait dengan gugatan terhadap PT IMSS. PT IMSS adalah merupakan anak perusahaan PT Industri Kereta Api (Persero) penyedia jasa di bidang konstruksi, perdagangan komponen/suku cadang perkerataapian dan produk transportasi darat. ****

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved