Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Intensitas Gravitasi Data Diprediksi Meningkat Setiap Tahun hingga 2024 di Tiga Industri ini

Digital Realty, penyedia layanan global untuk solusi data center, colocation dan interkoneksi menerbitkan Data Gravity Index DGx™ versi 1.5.

foto: istimewa
Data Gravity Index DGx™ versi 1.5. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Digital Realty, penyedia layanan global untuk solusi data center, colocation dan interkoneksi yang bersifat cloud-and-carrier-neutral, telah menerbitkan Data Gravity Index DGx™ versi 1.5.

Data ini memperluas cakupan penelitian ini dari 21 kota metropolitan pada versi 1.0 menjadi 53 kota metropolitan di seluruh dunia.

Selain itu untuk mengukur intensitas dan daya gravitasi pertumbuhan data enterprise di 23 industri global yang berbeda.

“Ketika dunia bisnis mengalami fase transformasi digital yang sangat cepat, memahami dampak intensitas gravitasi data (data gravity) akan menjadi kebutuhan fundamental bagi berbagai perusahaan dan penyedia layanan untuk meraih berbagai peluang dari pemanfaatan data (data-driven),” kata Tony Bishop, SVP, Platform, Growth and Marketing, Digital Realty, Rabu (13/1/2021).

Gravitasi data adalah penghambat pertumbuhan bisnis di berbagai industri di seluruh dunia. Data Gravity Index DGx 1.5 mengeksplorasi dampak gravitasi data di lebih banyak kota metropolitan dan industri-industri penting.

"Kami mendesainnya untuk membantu berbagai perusahaan mengembangkan arsitektur yang data-centric ketika mereka berjuang menghadapi berbagai tantangan transformasi digital,” tambah Tony.

Industri-industri yang diperkirakan bakal mengalami intensitas gravitasi data terbesar adalah perbankan dan jasa keuangan, manufaktur, dan asuransi.

Semua industri ini diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan yang sangat cepat dalam transformasi digital, interaksi berbasis digital, dan volume pertukaran data secara global.

Temuan-temuan penting di perusahaan-perusahaan dalam jajaran Forbes Global 2000 adalah, intensitas gravitasi data di perusahaan perbankan dan jasa keuangan akan semakin besar karena pertumbuhan pusat-pusat perbankan dan finansial penting di tingkat regional.

Manufaktur-manufaktur besar akan meningkatkan kemampuan data dan analitik mereka, yang didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga (in-home consumption).

Industri asuransi diperkirakan akan mengalami intensifikasi gravitasi data karena interaksi berbasis digital menjadi semakin penting ketika kota-kota metropolitan mengalami pertumbuhan volume pertukaran data enterprise yang sangat pesat.

Menurut laporan itu, Jakarta diperkirakan bakal mengalami pertumbuhan intensitas gravitasi data tercepat, diikuti oleh Singapura, Roma, Hong Kong, Melbourne, dan Atlanta. 

Dave McCrory, VP of Growth, Head of Insights & Analytics, Digital Realty, mengatakan, gravitasi data terus mengalami akselerasi tanpa henti, dan begitu pula urgensi untuk mengatasinya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved