Breaking News:

Daftar Terbaru Aksi Keji KKB Papua: Tembak Anak Buah Jenderal Andika Perkasa dan Bakar BTS Telkomsel

Berikut daftar terbaru aksi keji KKB Papua yang menjadi sorotan. Tembak mati anak buah Jenderal Andika Perkasa hingga bakar BTS Telkomsel

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
IST/Tribun Manado
Ilustrasi daftar terbaru aksi keji KKB Papua. Tembak Anak Buah Jenderal Andika Perkasa hingga Bakar BTS Telkomsel. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Berikut daftar terbaru aksi keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menjadi sorotan.

KKB Papua baru-baru ini telah melakukan berbagai aksi keji seperti menembak mati anak buah Jenderal Andika Perkasa, Prada Agus Kurniawan.

Anggota Yonif 400/BR itu meninggal dalam kontak senjata dengan KKB Papua pada Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Aksi KKB Papua Bakar BTS Telkomsel Bikin Warga Susah, OPM Ngotot Tak Mau Terima Fasilitas Pemerintah

Baca juga: Pasukan Yonif 400/BR Buru KKB Papua yang Tembak Mati Prada Agus Kurnia, Berikut 3 Faktanya

Lalu, KKB Papua juga sempat membakar dua fasilitas base transceiver station (BTS) Telkomsel di Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (7/1/2021) lalu.

Akibatnya, jaringan Telkom maupun provider Telkomsel di wilayah tersebut putus.

Selain itu, KKB Papua juga memprovokasi massa hingga nekat membakar pesawat komersil di Nabire, Papua pada Rabu (6/1/2021).

Berikut daftar terbaru aksi keji KKB Papua yang dirangkum SURYA.co.id

1. Bakar pesawat komersil

Ilustrasi Pesawat Komersil Dibakar KKB Papua. Fakta terbarunya ada di artikel ini
Ilustrasi Pesawat Komersil Dibakar KKB Papua. Fakta terbarunya ada di artikel ini (rt.com)

Sebuah pesawat komersil dibakar massa di Nabire, Papua pada Rabu (6/1/2021), gara-gara dipicu provokasi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Peristiwa itu diawali dengan perebutan kursi lantaran sebelumnya terjadi penumpukan penumpang.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kronologi Pembakaran Pesawat di Nabire Papua, Berawal dari Rebutan Kursi, KKB Lakukan Provokasi'

Adapun pesawat komersil itu milik PT MAF.

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengungkapkan kronologi pembakaran pesawat PK MAK milik PT MAF di Intan Jawa tersebut terbang ke Intan Jaya pada pukul 06.00 WIT.

Setelah terbang beberapa menit, ternyata kondisi cuaca memburuk.

Pesawat tersebut kemudian terbang kembali ke Nabire.

Setelah cuaca membaik, pesawat tersebut dijadwalkan kembali terbang ke Intan Jaya pada pukul 09.40 WIT.

Namun menurut Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, saat itu terjadi penumpukan penumpang.

Para penumpang rebutan kursi penerbangan.

Menurut Suriastawa, saat itu KKB Papua memprovokasi sehingga massa membakar pesawat.

"Memang betul terjadi pembakaran terhadap pesawat seri PK MAK sesuai yang diberitakan base manager MAF Nabire, bahwa massa yang ditunggangi KKB Papua melakukan tindakan brutal," kata Suriastawa melalui pesan singkat, Kamis (7/1/2021).

"Tapi, terjadi penumpukan penumpang yang akhirnya rebutan kursi, di situ KKB Papua melakukan provokasi sampai akhirnya mereka membakar pesawat," kata dia.

Menurutnya aksi tersebut adalah tindak lanjut dari pernyataan KKB Papua yang mengancam setiap penerbangan sipil yang ada di wilayah Papua maupun Papua Barat.

"Aksinya dimulai dengan dilakukan penembakan terhadap beberapa pesawat sipil termasuk beberapa hari yang lalu dilakukan penembakan terhadap pesawat helikopter PT Freeport Indonesia dan saat ini dilakukan pembakaran pesawat MAF."

"Dihimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh keberingasan KKB Papua, tetap tenang dan bantu pemerintah untuk membangun Papua dan Papua Barat agar bisa maju dan sejahtera," tutur dia.

Baca juga: Pesawat Komersil Dibakar Massa, Dipicu Provokasi KKB Papua dan Rebutan Kursi, Ini Kronologinya

Baca juga: Eks Danjen Kopassus I Nyoman Cantiasa Bikin KKB Papua Nyerah Tanpa Tembakan, ini Kisah & Biodatanya

2. Bakar BTS Telkomsel

Foto ilustrasi anggota  KKB Papua baku tembak dengan pasukan TNI-Polri di Puncak.
Foto ilustrasi anggota KKB Papua. (Facebook)

Lalu, KKB Papua membakar dua fasilitas base transceiver station (BTS) di Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (7/1/2021).

Akibatnya, jaringan Telkom maupun provider Telkomsel di wilayah tersebut putus.

Hal ini disampaikan Kepala Polres Puncak, Ajun Komisaris Besar Dicky Hermansyah Saragih saat dihubungi dari Jayapura, Papua, Senin (11/1/2021).

Dicky mengatakan, dua fasilitas BTS yang dibakar KKB Papua berada di dua lokasi yakni, BTS 4 yang terletak di Distrik Omukia dan BTS 5 di wilayah Muara, Distrik Mabuggi.

"Berdasarkan dari hasil penyelidikan sementara dan informasi di lapangan, KKB Papua yang terlibat dalam aksi pembakaran dua BTS tersebut.

Namun, kami belum kelompok manakah yang terlibat di balik aksi ini," papar Dicky, dilansir dari Kompas.id dalam artikel 'KKB Bakar Fasilitas Palapa Ring di Kabupaten Puncak'

"Aksi pembakaran dua BTS ini mengakibatkan jaringan 4G Telkom Ilaga terputus serta link Palapa Ring Timur dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya ke Ilaga, Puncak hingga Mulia, Puncak Jaya Terputus," ungkap Dicky.

Ia menambahkan, jajaran Polres Puncak telah diterjunkan ke sekitar lokasi kejadian.

"Tujuannya untuk mengejar para pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran dua BTS, " tuturnya.

Bupati Puncak Willem Wandik mengaku, dirinya sangat sedih saat mendapatkan informasi fasilitas dua BTS dibakar.

Hal ini menyebabkan masa depan anak-anak Puncak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui layanan internet terhambat.

"Kami berjuang selama bertahun-tahun agar fasilitas tersebut bisa hadir di Puncak.

Ternyata ada pihak yang dengan mudah membakar fasilitas tersebut," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas  menyesalkan pembakaran fasilitas dua BTS di Kabupaten Puncak Hal ini menyebabkan masyarakat tidak dapat lagi mendapat pelayanan telekomunikasi.

"Untuk membangun saja sudah susah karena medannya dan rawan gangguan keamanan.

Seharusnya seluruh pihak di  Puncak melindungi fasilitas tersebut, " tutur Yan.

3. Tembak mati anak buah Jenderal Andika Perkasa

Ilustrasi KKB Papua
Ilustrasi KKB Papua (Facebook TPNPB)

Setelah membakar BTS Telkomsel, KKB Papua juga menembak mati salah satu anak buah Jenderal Andika Perkasa, Prada Agus Kurniawan.

Melansir dari Antara, terjadi kontak senjata antara TNI dengan KKB Papua di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (10/1/2021).

Dalam kontak senjata tersebut, gugur seorang anggota Yonif 400/BR bernama Prada Agus Kurniawan.

Dandrem 173 PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada ANTARA, Minggu sore, membenarkan adanya insiden kontak tembak hingga menyebabkan meninggalnya seorang prajurit TNI.

"Kontak senjata terjadi sekitar pukul 11.40 WIT.

Korban terkena tembakan di bagian punggung" kata Iwan Setiawan yang dihubungi dari Jayapura.

Ia menjelaskan bahwa korban bertugas di Pos Titigi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya.

Kondisi alamnya yang bergunung-gunung.

Jenazah korban sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI AU.

Ketika ditanya tentang situasi di Titigi, Dandrem 173 yang wilayahnya membawahi Kabupaten Intan Jaya mengatakan bahwa saat ini anggota TNI bersiaga.

Yonif 400/BR juga telah mengerahkan personelnya untuk memburu KKB Papua.

"Pengejaran masih dilakukan oleh personel dari Yonif 400/BR" kata Brigjen TNI Iwan Setiawan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved