Breaking News:

Berita Nganjuk

Pekerja Swasta di Kertosono Nganjuk Simpan Ribuan Pil Koplo Siap Edar di Rumah

Kedapatan menyimpan dan memiliki pil koplo jenis double L, M Nur (32) warga Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk dibekuk Tim Rajawali 19.

Foto:polres nganjuk untuk surya.co.id
Ribuan butir pil koplo jenis double L siap edar yang diamankan tim Rajawali 19 Satresnakoba Polres Nganjuk dari tangan tersangka pengedar. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Kedapatan menyimpan dan memiliki pil koplo jenis double L, M Nur (32) warga Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk dibekuk Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka, diamankan 1.602 butir pil koplo jenis double L yang sebagian terbungkus plastik klip siap edar, kemasan pembungkus, uang tunai Rp 10 ribu diduga hasil penjualan pil koplo, dan sebuah handphone sebagai sara transaksi pil koplo.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka diduga pengedar pil koplo di wilayah Kecamatan Kertosono berawal dari informasi dari masyarakat diterima tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Di mana di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini warga resah oleh beredarnya pil koplo.

"Keresahan atas peredaran pil koplo tersebut disampaikan warga ke Mapolres Nganjuk," kata Rony Yunimantara, Selasa (12/1/2021).

Informasi itu pun, dikatakan Rony Yunimantara, langsung dilakukan tindak lanjut dengan penyelidikan tim Rajawali 19 di wilayah Kecamatan Kertosono.

Hingga akhirnya diketahui pengedar pil koplo tersebut seorang pekerja swasta di Desa Pelem Kecamatan Kertosono.

Petugas, ungkap Rony Yunimantara, melakukan pengintaian terhadap tersangka dan melakukan penangkapan setelah diketahui ada bukti dari peredaran pil koplo.

Tersangka diamankan tim Rajawali 19 Satresnarkoba di rumahnya tanpa perlawanan.

Di samping itu, dari rumah tersangka diamankan barang bukti ribuan pil koplo dan sejumlah barang bukti lain pendukung aktivitas peredaran pil koplo yang dilakukan tersangka.

"Tersangka bersama barang bukti sekarang ini diamankan di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut," ucap Rony Yunimantara.

Tersangka, tambah Rony Yunimantara, terancam dijerat dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Di mana tersangka diancam dengan hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Dan kami mengharapkan warga segera memberikan informasi kepada Polisi terdekat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba. Apalagi dalam kondisi Pandemi covid-19 sekarang ini warga harus waspada tipu muslihat para pengedar narkoba yang memanfaatkan situasi untuk kepentinganya," tutur Rony Yunimantara.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved