Breaking News:

Berita Surabaya

LSI Sebut 16 Persen Masyarakat Temui Politik Uang di Pilkada, Bawaslu Jatim: Sudah Ada yang Disanksi

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut temuan angka politik uang yang masih cukup tinggi di Pilkada serentak 2020 lalu.

Foto:bawaslu jatim
Komisioner Bawaslu Jatim Divisi Humas dan Hubal Nur Elya Anggraini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut temuan angka politik uang yang masih cukup tinggi di Pilkada serentak 2020 lalu. Sekitar 16,9 persen pemilih mendapat tawaran uang dan barang-barang lainnya dari calon menjelang Pilkada Serentak 2020 lalu.

Selain secara langsung, Sekitar 19,9 persen responden menjawab bahwa tetangga/warga di lingkungan tempat tinggal mereka juga mendapat tawaran dari calon kepala daerah.

Di antara yang mendapat tawaran dari calon, mayoritas mendapat tawaran uang (66,7 persen) dan sembako (39,7 persen).

Bahkan, ada pula calon yang memberikan bantuan atau sumbangan kepada kelompok masyarakat.

Meskipun tidak mayoritas, namun menjelang Pilkada Serentak 9

Desember lalu terdapat pemberian sumbangan berupa bantuan pembangunan/perbaikan sekolah, tempat ibadah, hingga jalan/jembatan/irigasi.

Survei LSI menggunakan metodologi kontak telepon ke 2.000 responden yang dipilih acak dari database nomor telepon LSI. Sampel sebanyak 2000 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Survei dilakukan pada 11-14 Desember 2020. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampai 2.000 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menyikapi fenomena ini, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Nur Elya Anggraini tak memungkiri bahwa masih adanya politik uang di pilkada serentak lalu. Termasuk, di Jawa Timur.

Bahkan, di Jatim sudah ada yang berakhir dengan  putusan sanksi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved