Breaking News:

PPKM Surabaya Raya

Hari Pertama PPKM Kota Surabaya, Petugas Sita 8 KTP Pelanggar Protokol Kesehatan, Didenda Rp 150.000

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya diikuti dengan penindakan pelanggar protokol kesehatan.

tribun jatim/yusron naufal
Petugas gabungan saat berjaga di pintu masuk menuju Kota Surabaya saat hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (11/1/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah petugas gabungan disebar di pintu masuk menuju Kota Surabaya, Senin (11/1/2021).

Petugas di lokasi juga sudah menyediakan surat penegakan sanksi.

Ini karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya diikuti dengan penindakan pelanggar protokol kesehatan.

Seperti halnya di pintu masuk Bundaran Waru.

Sudah ada delapan KTP yang disita petugas lantaran pemiliknya melanggar protokol kesehatan.

"Disita KTP, tadi gak pakai masker," kata salah seorang petugas Pemkot di lokasi.

Masing-masing pelanggar dikenai sanksi Rp 150.000.

Baca juga: Info PPKM di Surabaya: Mulai Berlaku Hari Ini, Tiga Pilar Dikerahkan, 8 Tempat Hiburan Wajib Tutup

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19, Tim Gabungan Polres Gresik Siap Terapkan PPKM

Baca juga: 4 Kebiasaan Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Setiap Landing di Surabaya, Bikin Kagum Rekannya

Denda tersebut harus ditransfer ke kas daerah, sebab petugas tak menerima pembayaran langsung di lokasi.

Pelanggar yang disita KTP-nya diberikan waktu tertentu.

Jika dalam waktu yang ditentukan masih belum memproses, maka kartu identitas itu dapat diblokir Dispendukcapil.

Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Irvan Widyanto menyebut jika PPKM ini memang tak jauh berbeda dengan penerapan Perwali 67/2020 yang saat ini dipakai Pemkot Surabaya.

Hanya ada beberapa poin yang harus disesuaikan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang PPKM tersebut.

“Seperti pembatasan kegiatan masyarakat di pusat perbelanjaan atau mal beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Berikutnya untuk kapasitas seperti restoran, cafe, angkringan dan warung kopi (warkop) dan sejenisnya hanya 25 persen,” kata Irvan dalam keterangannya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved