Breaking News:

Berita Gresik

Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19, Tim Gabungan Polres Gresik Siap Terapkan PPKM

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk menekan angka penyebaran covid-19.

Foto Istimewa
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengunjungi Kampung Tangguh Semeru Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Sabtu (9/1/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Tim gabungan dari jajaran Polres Gresik, Kodim 0817 dan Pemkab Gresik siap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk menekan angka penyebaran covid-19.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Minggu (10/1/2021) mengatakan, sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/7/KPTS/013/2021 tentang PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam melaksanakan Pergub tersebut, tim gabungan dari Polres, Kodim 0817 dan Pemkab Gresik akan membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work Form Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring," kata Kapolres Arief, melalui rilis humas.

Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 4 Senin 11 Januari 2021: PJOK Sebutkan Nama Gerakan pada Gambar

Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 3 Senin 11 Januari 2021: Mengidentifikasi Kosakata Tentang Cuaca

Baca juga: 4 Kebiasaan Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Setiap Landing di Surabaya, Bikin Kagum Rekannya

Selain itu, pada sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sedangkan untuk melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan, pada kegiatan restoran makan di tempat sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran.

"Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan, seperti mal sampai dengan pukul 19.00 WIB," imbuhnya.

Selain itu, untuk kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sementara untuk tempat ibadah agar dilaksanakan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Mengoptimalkan kembali posko satgas Covid-19 tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai dengan desa," katanya.

Selain itu Bupati / Walikota seluruh Jawa Timur di himbau agar mengintensifkan kembali protokol kesehatan yakni penggunaan masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan.

Sedangkan untuk Pemda akan memperkuat kemampuan tracking, sistem dan majemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan seperti tempat tidur, ruang ICU dan tempat isolasi atau karantina.

"Kita akam mengaktifkan kembali Kampung Tangguh di masing masing wilayah," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved