Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Unesa Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FGD Perancangan Grand Design Keolahragaan Nasional

Unesa ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) perancangan Grand Design Keolahragaan Nasional.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/habibur rohman
PERCAYAKAN UNESA - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali pada penunjukan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dalam perancangan Grand Design Keolahragaan di Hotel JW Marriot Surabaya, Minggu (10/1/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dalam perancangan Grand Design Keolahragaan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam kesempatan kali ini, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menyampaikan grand design keolahragaan nasional menjadi salah satu ujung tombak penting dalam pembaruan sistem keolahragaan nasional dari hulu sampai hilir. 

"Melalui FGD, segala pokok permasalahan akan diperbaiki dan dikaji secara rinci oleh para pakar. FGD dirancang dan dikaji berulang kali untuk memastikan sistem yang tercipta mampu menghasilkan kemajuan dan prestasi olahraga di tanah air," ujar Zainudin Amali saat membuka acara FGD.

Melalui perbaikan sistem dari hulu hingga hilir, pria kelahiran Gorontalo tersebut optimis finalisasi grand design segera disimpulkan dan menjadi arahan dalam membuat raod map dan master plan yang berkaitan dengan anggaran. 

"Grand design ini kami harapkan dapat mewujudkan kemajuan dan prestasi di bidang olahraga. Selanjutnya akan kita presentasikan ke Presiden Joko Widodo," tegasnya.  

Terselanggaranya FGD grand design keolahragaan, tidak sekedar membenahi sistem serta menajamkan bakat dan minat para atlit agar mampu menorehkan prestasi. Akan tetapi, juga memperhatikan sisi akademis.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menuturkan, olahraga memiliki peran penting dalam masyarakat. Bukan hanya kebugaran tetapi juga membangun karakter dan sportifitas dalam masyarakat. 

Emil sapaan akrabnya berharap melalui grand design ini, terobosan-terobosan baru akan mampu mengubah sistem lama yang kurang optimal dalam membina potensi-potensi sedini mungkin.  

"Selama ini kurikulum menjadi salah satu masalah dalam sistem keolahragaan. Standar pendidikan yang disamakan dengan siswa dinilai memberatkan para atlet. Kurikulum pendidikan atlet masih kita optimalkan agar lebih fokus," jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan M Kes menilai terselenggaranya FGD grand design keolahragaan mampu menyusun sistem dan program menggunakan arah yang terstruktur serta mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved