Breaking News:

Berita Gresik

Kompensasi Proyek Pipa PDAM Gresik Buntu, Warga Terpaksa Cek Lokasi

Lebih lanjut Chasin mengatakan, cek lokasi tersebut untuk menentukan proyek tersebut menganggu permukiman warga atau tidak

surya/mochamad sugiyono
Rapat warga di Balai Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar terkait proyek penanaman pipa PDAM Kabupaten Gresik, Minggu (10/1/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Upaya warga Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar Gresik untuk mempertanyakan kompensasi atas proyek penanaman pipa PDAM, tidak menuai hasil. Dari hasil pertemuan warga, Minggu (10/1/2021), tidak ada hasil yang memuaskan sehingga memaksa warga memeriksa lokasi proyek.

Mediasi itu sebenarnya untuk meminta ketegasan pelaksana - yang oleh pihak PDAM Gresik disebut 'investor' - atas bentuk kompensasi untuk permukiman terdampak proyek. Warga menutup paksa pengerjaan pipanisasi itu sejak Desember 2020 karena berdampak pada permukiman mereka.

Kepala Desa Manyar Sidomukti, Ach Chasin mengatakan, mediasi tersebut belum menemukan titik temu. Sehingga dilakukan cek lokasi proyek penanaman pipa PDAM yang diresahkan warga.

"Belum ada titik temu, sehingga dilakukan cek lokasi proyek penanaman pipa PDAM. Apakah jarak penanaman pipa dekat dengan pemukiman warga," kata Chasin.

Lebih lanjut Chasin mengatakan, cek lokasi tersebut untuk menentukan proyek tersebut menganggu permukiman warga atau tidak. "Ngebor pipanya itu mengganggu atau tidak terhadap pemukiman warga," imbuhnya.

Dari adanya sosialisasi, belum ada kesepakatan biaya kompensasi untuk masyarakat. Ssehingga proyek tersebut terus ditutup oleh masyarakat. "Belum ada tindak lanjut kapan ada pertemuan lagi," imbuhnya.

Seperti diketahui, penutupan proyek penanaman pipa PDAM Giri Tirta Gresik tersebut sudah dilakukan sejak akhir Desember 2020. Hampir dua pekan proyek tersebut belum berjalan.

Proyek air bersih tersebut mengambil air dari Bendung Gerak Sembayat di Kecamatan Bungah. Kemudian akan digunakan untuk mencukupi air bersih di wilayah industri dan permukiman warga.

Khususnya di pelabuhan internasional Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Maspion Gresik, Kecamatan Manyar.

Sebelumnya Direktur Utama PDAM Gresik, Siti Aminatus Zariah mengatakan, sosialisasi merupakan tugas investor. Dan mediasi tahap pertama masih ada kelanjutannya. "Untuk sosialisasi itu jadi tanggung jawab pihak investor. Dan dari sosialisasi lalu masih akan ada kelanjutannya," kata Zariah. ***

Penulis: Sugiyono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved