Breaking News:

Berita Gresik

Fatayat NU Gresik Ingatkan Pentingya Hal ini terkait Banyaknya Kasus Bullying terhadap Anak

Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Gresik menyesalkan beredarnya video aksi bullying remaja putri di Alun-alun Gresik.

foto: fc fatayat nu gresik
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Gresik, Ainul Farodisa, Minggu (10/1/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Gresik menyesalkan beredarnya video aksi bullying remaja putri di Alun-alun Gresik. Pasalnya, kasus tersebut berujung ke pihak berwajib. 

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Gresik, Ainul Farodisa mengatakan, banyaknya kasus bullying di Gresik, beberapa bulan lalu, juga terjadi  hingga pembunuhan yang dilakukan anak usia pelajar SMP dan mayatnya dibuang di lubang bekas galian tanah di Kecamatan Bungah Gresik. 

"Kejadiannya juga sama, karena sakit hati. Saya melihat anak-anak sekarang belum siap dengan kritik, mereka melakukan tindakan secara emosional dan tanpa mengenal budiperkerti,” kata Ainul, yang juga aktivis PMII. 

Lebih lanjut Ainul mengatakan,  jumlah laporan kekerasan anak dari tahun ke tahun selalu meningkat. Dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, sejak 2011 hingga 2019, ada 37.381 aduan yang masuk ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

"Dari jumlah tersebut, pelaporan kasus bullying di dunia pendidikan maupun media sosial mencapai 2.473 laporan. Dengan jumlah anak sebagai korban maupun pelaku kekerasan sangat tinggi," imbuhnya. 

Dari banyaknya kasus bullying oleh anak-anak tersebut, menurut Ainul, sebagai bukti bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yang dilakukan baik oleh keluarga, pemerintah dan masyarakat masih belum membuahkan hasil yang baik. 

“Dari beberapa faktor tersebut, keluarga sangat mempengaruhi pribadi anak dari perilaku positif dan negatif,” tegasnya. 

Maka Fatayat NU Kabupaten Gresik mengingatkan bagi semua masyarakat, bahwa  pendidikan utama dalam ruang keluarga  menjadi dasar utama perkembangan anak.

Sehingga, peranan orang tua menjadi  pendidikan pertama dalam rangka menciptakan generasi hebat dan berakhlaqul karimah. 

“Terlebih, pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, orang tua, lingkungan dan pemerintah harus melakukan sinergitas lebih kuat terhadap pendidikan anak, karena mereka tidak lagi mengikuti proses belajar di sekolah,” katanya. 

Di samping itu  peran aparat keamanan dan Satpol PP,  harus lebih diperketat terkait penjagaan di ruang-ruang publik, khususnya terhadap anak di bawah umur. 

“Kami berharap Gresik menjadi Kabupaten layak anak  dengan lingkungan aman dan nyaman untuk perkembangan mereka. Tentunya,  seluruh elemen dari orang tua dan semua stakeholder  mengoptimalkan pengasuhan anak berbasis komunitas ini,” imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved