Breaking News:

Berita Malang Raya

PSBB Kota Batu, Tak Ada Posko Pemeriksaan, Tempat Wisata dan Fasilitas Umum Tetap Dibuka

Para kepala daerah di Malang Raya sepakat tidak mengeluarkan peraturan baik Perwali atau Perbup selama PSBB berlangsung.

SURYA.CO.ID/Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. 

SURYA.CO.ID, BATU - Pemerintah Kota Batu tidak membuka posko pemeriksaan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung. Wisatawan tetap bisa keluar masuk Batu, namun harus menunjukan surat keterangan tes rapid antibodi.

Pemkot Batu hanya membatasi aktivitas dan kerumunan. Perkantoran yang semula dibatasi 50% menjadi 25%, termasuk pembatasan jam.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengemukakan, pembatasan 50 persen yang selama ini berlangsung masih belum berdampak positif pada pelaku usaha pariwisata. Pengunjung di tempat-tempat wisata tidak sampai 50 persen.

"Kalau melihat kondisi Kota Batu, saya dapat laporan hotel dan wisata jauh dari target. Seperti Selecta, pengunjungnya 10%, Jatim Park Group 20%, padahal itu tidak menjadi masalah kerumunan. Mulai Nataru sampai saat ini operasionalnya merugi atau tidak nutut," ujar Dewanti, Jumat (8/1/2021).

Tempat wisata dan fasilitas umum tetap dibuka. Pemkot Batu akan menaruh perhatian kepada Alun-alun Batu.

"Kami akan konsentrasi di Alun-alun agar tidak menjadi tempat berkumpulnya massa. Kami akan batasi. Jika ada pelanggaran aturan akan kami tutup," ungkapnya.

Dikatakan Dewanti, penyebab PSBB Malang Raya dilakukan karena angka kematian yang tinggi akibat Covid-19.

Di Kota Batu, presentase kematian mencapai 8 persen. Per 8 Januari 2021, tercatat ada 90 orang meninggal.

Dewanti telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Batu, drg Kartika Trisulandari untuk tanggap mengatasi masyarakat yang sakit. Bahkan sampai tingkat desa atau kelurahan.

"Saya menginstruksikan pada drg Kartika pengumuman ke desa kalau ada warganya yang sakit lapor, untuk nantinya akan di swab. Lalu keluarganya akan dibatasi untuk yang merawat dia, tidak semua keluar masuk," jelasnya.

Para kepala daerah di Malang Raya sepakat tidak mengeluarkan peraturan baik Perwali atau Perbup selama PSBB. Pembatasan kegiatan hanya sampai jam 8 malam. Hajatan nikahan boleh, namun juga terbatas.

Penulis: Benni Indo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved