Breaking News:

Komjen Gatot Eddy Pramono Kandidat Terkuat Kapolri Menurut IPW, Ini Biodata dan Daftar Kekayaannya

Wakil Kapolri (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono disebut Indonesia Police Watch (IPW) sebagai kandidat terkuat menggantikan Kapolri Jenderal Idham

Editor: Musahadah
Kompas.com
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjadi kandidat terkuat Kapolri menurut IPW. Berikut ini profil, biodata dan daftar kekayaan Komjen Gatot Eddy Pramono. 

SURYA.CO.ID  - Wakil Kapolri (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono disebut Indonesia Police Watch (IPW) sebagai kandidat terkuat Kapolri menggantikan  Jenderal Idham Aziz. 

Di artikel berikut akan diuraikan profil dan biodata serta daftar kekayaan Komjen Gatot Eddy Pramono.

Gagasan memasukkan Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai kandidat calon Kapolri menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mulai menguat di lingkungan istana.

Menurut Neta, nantinya, Presiden Jokowi juga akan sekaligus menunjuk Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Wakapolri untuk menggantikan posisi Gatot.

Baca juga: Sosok Ayah Chacha Sherly Ternyata Perwira Polisi di Sidoarjo, Terungkap Kondisi Keluarga Sebenarnya

Baca juga: Telanjur Sebut Uang Digarong, Ternyata Rekening FPI Bersaldo Rp 1 Miliar Diblokir PPATK, Alasannya

"Saat ini ada gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan untuk membuat satu paket pergantian Kapolri dan Wakapolri, yakni menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy menjadi Kapolri pengganti Idham Azis dan sekaligus mendorong Kabareskrim Komjen Sigit menjadi Wakapolri menggantikan Gatot Eddy," kata Neta dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

Dari pantauan IPW, gagasan tersebut semakin serius dibahas kalangan Istana atau kalangan dekat Presiden Jokowi menjelang penyerahan nama Kapolri baru ke DPR.

Ini setelah Wanjakti Polri dan Kompolnas menyampaikan usulan nama nama calon Kapolri kepada Presiden.

"Diperkirakan usulan nama calon Kapolri itu sudah disampaikan Wanjakti Polri, sementara usulan nama dari Kompolnas diperkirakan baru diserahkan pada Jumat 8 Januari 2021," ungkap dia.

Setelah mendapatkan usulan nama-nama calon Kapolri, Presiden akan memilih satu nama yang kemudian pada Senin 11 Januari 2021 diserahkan kepada DPR agar Komisi III DPR bisa melakukan uji kepatutan, sebelum Kapolri Idham Azis pensiun pada 25 Januari 2021.

"Di lingkungan Istana Kepresidenan saat ini memang sudah mengkristal dua nama calon Kapolri, yakni dari senior Akpol 88 dan junior Akpol 91.

Sementara dari kalangan internal Polri berharap Presiden Jokowi memilih jenderal senior sebagai Kapolri pengganti Idham Azis.

Begitu juga untuk posisi Wakapolri diharapkan dipilih dari jenderal senior dan bukan jenderal junior," jelasnya.

Dengan demikian pada priode 2021 sampai 2024, Presiden Jokowi masih bisa mengangkat dua kapolri lagi.

Pertama, figur yang diangkat menjadi Kapolri adalah jenderal senior dengan NRP 65 yang berakhir masa tugasnya di tahun 2023. 

Kedua, kapolri NRP 65 yang pensiun di tahun 2023 itu selanjutnya akan digantikan oleh jenderal dengan NRP 67 atau 68 yang berakhir masa dinasnya di tahun 2025 atau 2026.

Dengan demikian proses suksesi di Polri berjalan tanpa gejolak dan tanpa keresahan.

"IPW sendiri melihat, proses suksesi di Polri kali ini sangat berbeda dengan suksesi sebelumnya.

Saat ini suksesi Polri diwarnai situasi sosial politik yang penuh dengan dinamika munculnya kelompok kelompok garis keras keagamaan.

Bagaimana pun Presiden Jokowi patut mencermati situasi dan dinamika yang berkembang sehingga Kapolri yang dipilih tidak rentan terhadap masalah dari dinamika sosial politik yang berkembang tersebut," bebernya.

Menurutnya, presiden Jokowi harus mampu mengambil keputusan yang tepat mengenai penunjukkan posisi Kapolri tersebut.

"Presiden harus memilih figur kapolri yang tidak hanya loyal, tapi juga harus memilih figur yang mampu mengkonsolidasikan institusinya dengan kapabilitasnya yang disegani senior maupun juniornya.

Selain itu figur yang dekat dengan tokoh tokoh masyarakat dan memiliki jam terbang yang tinggi dalam menjaga keamanan masyarakat. Sehingga keberadaan kapolri tersebut tidak menjadi beban sosial bagi Presiden hingga usainya masa jabatan Jokowi di 2024," tukasnya.

Biodata Komjen Gatot Eddy Pramono

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (RAMADHANI/KOMPAS.com)

Berikut profil dan biodata Komjen Gatot Eddy Pramono yang akan ikut berebut kursi Kapolri.

Diketahui, Komjen Gatot Eddy Pramono saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Melansir dari Wikipedia, Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatra Barat, pada tanggal 28 Juni 1965.

Ia merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 20 Desember 2019 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Gatot, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Riwayat Pendidikan:

- AKABRI A (1988)
- PTIK (1996)
- SESPIM (2002)
- SESPIMTI (2012)

Riwayat Jabatan:

- Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar (1988)
- Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar (1988)
- Komandan Peleton Taruna Akabri Semarang (1991)
- Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Kepolisian Daerah Metro Jaya (1991)
- Perwira Menengah Kepolisian Daerah Metro Jaya (1992)
- Kepala Sub Unit Curi Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya (1993)
- Perwira Menengah pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1994)
- Kepala Sekretariat Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Biro Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur (1996)
- Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Resor Metro Jakarta Pusat (1998)
- Perwira Bantuan Muda Tugas Khusus Perwira Bantuan IV/Staf Personil Polri (1999)
- Perwira Penghubung Protokol Kapolri (2001)
- Kepala Satuan I/Pidana Umum Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur (2002)
- Kepala Kepolisian Resor Blitar (2005)
- Sekretaris Pribadi Kapolri (2006)
- Kepala Kepolisian Resor Metro Depok (2008)
- Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (2009)
- Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya (2011)
- Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri (2012)
- Analis Kebijakan Madya bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri (2012)
- Kepala Bagian Dukungan Administrasi Operasional Biro Pembinaan Operasi Staf Operasi Polri (2013)
- Kepala Biro Kelembagaan Tata Laksana Staf Perencanaan dan Anggaran Polri (2014)
- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (2016)
- Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017)
- Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri (2018)
- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2019)
- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019)

Sejumlah kasus besar yang pernah ditanganinya:

- Pencurian dengan kekerasan lintas provinsi kelompok John Tamba (2011)
- Pembobolan kartu kredit (2011)

Miliki Harta Kekayaan Rp 6,3 Miliar pada 2018

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama sejumlah pejabat Polri saat mengecek kesiapan anggota dan sejumlah perlengkapan di sela Rakernis Baharkam 2020 di Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, Selasa (10/3/2020).
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama sejumlah pejabat Polri saat mengecek kesiapan anggota dan sejumlah perlengkapan di sela Rakernis Baharkam 2020 di Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, Selasa (10/3/2020). (m taufik/surya)

Diakses dari laman e-LHKPN, Gatot memiliki total kekayaan sebesar Rp 6,3 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir yang dilaporkan pada 14 Agustus 2018.

Saat itu, Gatot menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran.

Dari LHKPN itu, kekayaan Gatot meliputi sejumlah tanah dan bangunan, dua unit mobil serta sejumlah harta lainnya. 

Kekayaan Gatot bertambah sekira Rp 6 miliar dibanding laporan LHKPN pada 1 September 2008 saat saat ia menjabat sebagai Kapolres Metro Depok dengan harta sebesar Rp 1,2 miliar.

Berikut daftar kekayaan Gatot sebagaimana dikutip dari laman e-LHKPN: 

A. TANAH DAN BANGUNAN 
1. Tanah dan bangunan seluas 192 m2/200 m2 di Kota Jakarta, hasil sendiri Rp. 980.000.000
2. Tanah seluas 3150 m2 di Bogor, hasil sendiri Rp. 630.000.000
3. Tanah seluas 5185 m2 di Tangerang, hasil sendiri Rp 1.037.000.000
4. Tanah seluas 3190 m2 di Kota Sukabumi, hasil sendiri Rp 319.000.000
5. Tanah seluas 671 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp 67.100.000
6. Tanah seluas 1418 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp 141.800.000
7. Tanah dan bangunan seluas 342 m2/300 m2 di Kota Jakarta Barat, hasil sendiri Rp. 1.600.000.000
8. Tanah seluas 323 m2 di Sukabumi, hasil sendiri Rp 32.300.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
1. Mobil Honda Ddyssey tahun 2004, hasil sendiri Rp. 200.000.000
2. Mobil Alphard tahun 2007, hasil sendiri Rp. 350.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 969.141.771

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp. 6.326.341.771

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IPW Sebut Komjen Gatot Eddy Menguat Jadi Kapolri di Lingkungan Istana

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved