Berita Ponorogo
Harga Cabai Rawit di Ponorogo Melambung Tinggi, Pedagang Merugi Karena Banyak yang Busuk
Harga cabai rawit di Ponorogo naik hingga 100 persen. Di Pasar Legi relokasi, harga cabai rawit mencapai Rp 80 per kilogram.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, PONOROGO - Harga cabai rawit di Ponorogo naik hingga 100 persen. Di Pasar Legi relokasi, harga cabai rawit mencapai Rp 80 per kilogram. Padahal, harga normalnya berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.
"Naiknya mulai tahun baru sampai sekarang masih Rp 80 ribu," ucap pedagang di Pasar Legi relokasi, Suprihatin, Rabu (6/1/2021).
Naiknya harga cabai rawit ini juga dipicu oleh menurunnya stok cabai rawit di Ponorogo.
"Kami mendatangkan cabainya ini dari suplier Kediri. Dari sana harganya sudah naik, karena katanya barangnya juga tidak banyak," ucapnya.
Naiknya harga ini juga berpengaruh pada daya beli masyarakat di pasar.
Jika biasanya beli 1 kilogram, sekarang seperempat kilogram atau satu ons.
"Kalau yang kulakan, biasanya beli 3-4 kantung kresek, tinggal 2 kantung kresek," lanjutnya.
Untuk itu, Suprihatin juga tidak berani belanja cabai rawit terlalu banyak.
"Biasanya kulakan 50 kilogram, sekarang cuma 20 kilogram. Itu saja 3 hari tidak habis. Sehingga banyak yang busuk," ucap Suprihatin.
Dalam sehari, cabai rawit yang busuk bisa lebih dari 1 kilogram, sehingga beberapa kali Suprihatin justru merugi.
Namun begitu, jika dilihat pada tahun lalu harga cabai rawit juga mengalami peningkatan saat pergantian tahun.
"Tahun lalu sempat Rp 110 ribu per kilogram, memang musim gini biasanya naik," kata Suprihatin.
Di sisi lain, Suprihatin mengatakan, sejumlah komoditi justru mengalami penurunan harga.
Seperti cabai merah besar yang turun dari Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih yang turun dari Rp 25 ribu per kilogram, menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cabai-rawit-612021.jpg)