Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pamekasan

Cegah Penyimpangan Bantuan PKH, Polisi Pasang Stiker di Rumah Warga Miskin di Pamekasan

dengan penempelan stiker itu maka diketahui bahwa penerima bantuan PKH memang tergolong keluarga miskin

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Deddy Humana
surya/kuswanto ferdian
Bhabinkamtibmas Desa Tanjung, Bripka Kriscahya menemani pendamping PKH memasang stiker di rumah penerima bantuan di Kecamatan Pegantenan Pamekasan, Rabu (6/1/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Bantuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) masih sering tidak tepat sasaran, karena tidak semua terpantau. Pemasangan stiker di rumah warga miskin penerima bantuan PKH di Pamekasan, Rabu (6/1/2021), masih menjadi cara efektif untuk mencegah penyimpangan itu.

Seperti dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung, Bripka Kriscahyadi yang menemani petugas pendamping PKH setempat untuk memasang stiker di rumah penerima bantuan PKH di Kecamatan Pegantenan, Rabu (6/1/2021).

Kriscahyadi mengatakan, tujuan dipasangnya stiker ini untuk memastikan kelayakan para penerima PKH. "Pemasangan stiker itu dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan masyarakat bisa melakukan pengawasan langsung perihal penyaluran bantuan PKH di Desa Tanjung," kata Kriscahyadi.

Menurut Kriscahyadi, dengan penempelan stiker itu maka diketahui bahwa penerima bantuan PKH memang tergolong keluarga miskin. "Masing-masing rumah penerima bantuan akan terpampang stiker yang isinya mengumumkan sebagai penerima bantuan PKH dan warga miskin," ujarnya.

Sementara Kapolsek Pegantenan, AKP H Junaidi ikut melakukan pendampingan pada petugas Bhabinkamtibmas saat pemasangan label penerima PKH. Itu juga memancing kepedulian masyarakat kepada tetangganya yang miskin.

“Langkah ini juga kami lakukan, untuk menekan penyimpangan atau adanya bantuan yang tidak tepat sasaran,” katanya.

Menurut Junaidi, pemasangan stiker kepada keluarga miskin dan kurang mampu penerima manfaat itu, ternyata sangat efektif. Bahkan ia menilai banyak keluarga menolak menerima bantuan, karena harus mendapat stiker sebagai keluarga miskin.

“Bansos ini memang menjadi rebutan masyarakat, bahkan keluarga yang mampu juga mengaku miskin demi menjadi penerima bansos pemerintah ini," ungkapnya.

Junaidi berharap, pemasangan stiker itu bisa menjadi koreksi bersama. Sekaligus bentuk transparansi bantuan dari pemerintah. "Stiker ini akan menjadi tolak ukur kelayakan dari masyarakat yang menerima bantuan PKH," tandasnya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved