Breaking News:

Berita Entertainment

Biodata Angelina Sondakh, Artis yang Ditahan Karena Kasus Korupsi, Masa Tahanan Segera Habis

Biodata Angelina Sondakh, artis sekaligus politisi yang ditahan karena korupsi, kini masa tahanan segera habis. Semasa muda punya segudang prestasi.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Warta Kota/ Henry Lopulalan
Biodata Angelina Sondakh, artis sekaligus politisi yang ditahan karena korupsi, kini masa tahanan segera habis. 

Pada 17 Agustus 2002, dia meraih Penghargaan Satya Karya Kemerdekaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia.

Pada pemilu tahun 2004, dia terpilih sebagai Anggota DPR Republik Indonesia dari Partai Demokrat.

Dalam kepengurusan partai, dia menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sehingga menjadi salah seorang ikon terkenal pada partai tersebut.

Terjerat Korupsi

Diketahui, Angelina Sondakh resmi ditahan KPK sejak 2012 dan masih menjalani hukuman.

Ia terbukti menerima suap sebesar Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dollar AS dalam pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau yang dikenal dengan kasus Wisma Atlet.

Adapun majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan kepada Angelina Sondakh pada 10 Januari 2013.

Tak puas, ia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Namun, majelis hakim memperkuat hukuman mantan Puteri Indonesia itu. Angelina Sondakh mengajukan kasasi.

Mahkamah Agung kemudian memutuskan tetap bersalah.

Namun, dengan vonis tiga kali lipat, yakni 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dollar AS (sekitar Rp 27,4 miliar).

Pemilik nama lahir Angelina Patricia Pingkan Sondakh itu mencoba peruntungan kembali melalui Peninjauan Kembali (PK).

Alhasil, MA mengabulkan PK yang diajukan mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu sehingga mengurangi vonis menjadi pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved