Breaking News:

Janji KASAL Laksamana TNI Yudo Margono Setelah Temuan Seaglider di Selayar, Waspadai Kapal Asing

Inilah janji KASAL Laksamana TNI Yudo Margono setelah heboh temuan Seaglider yang sempat dikira drone laut di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG/NURWAHIDAH
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono melakukan inspeksi pasukan saat Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut Tahun 2020 di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). Apel pasukan tersebut digelar untuk memeriksa kesiapansiagaan prajurit maupun alutsista TNI Angkatan Laut guna menyambut tugas-tugas ke depan. Foto Kanan : Suasana anggota TNI Selayar dan warga menyaksikan benda yang awalnya diduga drone mata-mata. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Inilah janji KASAL Laksamana TNI Yudo Margono setelah heboh temuan Seaglider yang sempat dikira drone laut di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan khususnya di perairan rawan untuk lintas laut khususnya di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

TNI AL akan lebih ketat terhadap kapal-kapal riset asing yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

Baca juga: Seaglider Itu Apa? Benda Mirip Rudal yang Ditemukan Nelayan Selayar, TNI AL Selidiki Pemiliknya

Baca juga: Fakta Baru Viral Temuan Drone Laut di Perairan Selayar, ternyata KSAL Beberkan Benda Itu Sebenarnya

"Kita, Angkatan Laut akan terus meningkatkan kewaspadaan khsusunya di perairan-perairan yang rawan untuk lintas laut, terkhusus di ALKI dan ZEE kita umtuk mengawasi atau lebih ketat lagi untuk mengecek kapal asing yang berada di wilayah kita," kata Yudo saat konferensi pers di Markas Pushidrosal Ancol Jakarta Pusat pada Senin (4/1/2021).

Seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'TNI AL Akan Tingkatkan Kewaspadaan di ALKI dan ZEE Setelah Temuan Seaglider'

Yudo juga mengatakan ditemukannya alat yang biasa digunakan untuk riset kelautan atau hidro-oseanografi tersebut perlu diwaspadai.

Hal itu kata Yudo mengingat alat tersebut memiliki pengendali atau pihak yang mengendalikan.

"Kapal ini akan kita cek apakah dalam mengoperasikan ini ada kerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait.

Nanti kalau tidak ada berarti ilegal di wilayah kita. Tapi kalau dia mengoperasikannya di perairan internasional. Kita tidak bisa mengklaim," kata Yudo.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved