Breaking News:

Bawaslu: Eri-Armuji Tidak Lakukan Money Politik di Pilwali Surabaya 2020, Akan Jadi Alat Bukti di MK

Bawasalu Jatim memutuskan pasangan Eri Cahyadi-Armuji tidak terbukti melakukan politik uang di Pilwali Surabaya 2020.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Istimewa/tangkapan layar
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur memutuskan Eri Cahyadi-Armuji tidak terbukti melakukan politik uang di Pilkada Surabaya 2020. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur memutuskan Eri Cahyadi-Armuji tidak terbukti melakukan politik uang. Hal ini sekaligus membantah dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM).

"Menyatakan terlapor (Eri Cahyadi-Armuji) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara Pemilihan dan/atau Pemilih pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan massif,” kata Ketua Majelis Hakim Bawaslu Jatim, Ikhwanudin Alfianto saat memutuskan sidang, Senin (4/1/2021) kemarin.

Sebelumya, laporan money politic ke Bawaslu disampaikan oleh Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur, Novly B Theysen. Ini terkait pengiriman surat Bu Risma kepada warga Surabaya untuk memilih Eri Cahyadi-Armuji awal Desember 2020.

Sebelum akhirnya diputuskan, Bawaslu Jatim telah menyidangkan laporan ini selama dua pekan. Sidang juga disiarkan secara langsung di akun media sosial milik Bawaslu Jatim.

Pada sidang putusan, bertindak sebagai Ketua Majelis, Muh Ikhwanudin Alfianto, Anggota Majelis antara lain Totok Hariyono, Eka Rahmawati dan Nur Elya Anggraini.

Di sisi lain, Tim hukum Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP Surabaya sekaligus Tim Hukum Eri-Armuji, Arif Budi Santoso sebagai pihak terlapor menyambut baik putusan ini. Dengan putusan ini sekaligus membersihkan nama Eri-Armuji dari segala tuduhan miring.

"Masyarakat Surabaya sebenarnya tahu siapa yang bermain politik uang selama masa kampanye dan menjelang Hari H coblosan Pilkada tempo hari. Yang jelas bukan dilakukan pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji," katanya.

"Sebenarnya, banyak pembagian beras, sarung, selimut hingga bagi-bagi uang yang dilakukan massif dan telanjang mata. Tuduhan KIPP Jawa Timur salah alamat terhadap Eri Cahyadi-Armuji,” sindir Arif Budi Santoso.

Pasca putusan Bawaslu Jawa Timur, PDIP Surabaya berkonsentrasi pada sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai pihak terkait, pihaknya akan menggunakan putusan Bawaslu tersebut sebagai bukti tandingan di sidang.

Untuk diketahui, Machfud Arifin-Mujiaman mengajukan gugatan hasil Pilwali Surabaya 2020 ke MK. Laporan yang disampaikan juga terkait dengan pelanggaran secara TSM.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved