Breaking News:

Berita Surabaya

Selama Pilkada Serentak, Bawaslu Jatim Proses 624 Pelanggaran, di Jember Diputus 3 Tahun Penjara

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur telah memproses 624 pelanggaran selama pilkada 2020.

surya.co.id/bobby constantine
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jatim, Muh Ikhwanudin Alfianto.  

SURYA.co.id, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur telah memproses 624 pelanggaran selama pilkada 2020. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera.
 

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jatim, Muh Ikhwanudin Alfianto menjelaskan, beberapa di antaranya dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Di banyak tempat, khususnya ada petahana, potensi keterlibatan dan dugaan pelanggaran oleh ASN tinggi," kata Ikhwanudin di Surabaya.

Saat diproses oleh Bawaslu, para pelanggar mengaku tidak mengetahui bahwa hal itu bagian dari pelanggaran.

"Kami juga meneruskan ke Komisi ASN (KASN) hingga turun sanksi agar memberi efek jera. Artinya, akan sekaligus mencegah melakukan pelanggaran serupa,” terangnya.

Selain itu, Ikhwan juga menyorot putusan tentang politik uang. Di pilkada sebelumnya, belum ada putusan pelanggaran politik uang sejak tahun 2018.

Tetapi tahun 2020, terdapat 2 putusan politik uang. "Di Jember sudah ada putusan 3 tahun penjara dan di Kabupaten Malang putusan 1 tahun percobaan," tambah Ikhwan.

Politik uang merupakan bagian dari fokus pencegahan maupun penindakan bagi penyelenggara.

"Ini membuktikan bahwa Bawaslu serius menangani pelanggaran politik uang," tegasnya.

Tak selesai di situ, ada pula penegakan protokol kesehatan. Pria asal Ponorogo melihat tahun 2020 menjadi pertama sepanjang sejarah dilangsungkan saat pandemi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved