Breaking News:

Penjelasan Manajeme RSUD Dr Soetomo Surabaya Terkait Pesan Berantai Soal Penumpukan Pasien Covid-19

Beredar pesan berantai yang menggambarkan penumpukan pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Zainuddin
bbc.co.uk/kompas.com
Ilustrasi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Beredar pesan berantai yang menggambarkan penumpukan pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Dalam pesan WhatsApp tersebut juga disebutkan bahwa ada sekitar 75 tenaga medis (baik dokter, PPDS, Guru Besar hingga staff rumah sakit) yang terinfeksi Covid-19.

Bahkan pesan ini juga menyebut beberapa nama, pejabat tinggi dan seorang guru besar. 

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengakui ada penambahan pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo.

Bahkan sebagian ruangan di IGD umum dan IGD Khusus Penyakit Menular mulai penuh.

"Jumlah pasien memang bertambah, tetapi tidak seperti di pesan  yang beredar. Isi pesan tersebut bukan pengumuman resmi dari Manajemen RSUD Dr Soetomo," kata Joni kepada SURYA.CO.ID, Minggu (3/1/2021).

Terkait pasien Covid-19 yang disebut menumpuk di IGD Khusus Penyakit Menular atau Infeksi dan IGD Umum, Dr Joni mengatakan penumpukan kerap terjadi karena proses diagnosis dan menunggu sirkulasi pasien.

"Memang terjadi peningkatan jumlah pasien. Penumpukan di IGD Umum itu karena harus ada diagnosis terlebih dahulu sebelum masuk IDG Infeksi, setelah itu juga masih diperlukan waktu untuk sirkulasi pasien dan perpindahan pasien," ujarnya.

Saat ini ada 13 pasien Covid-19 di IGD Umum

Sementara di IGD khusus penyakit menular pada bagian umum terdapat 14 pasien. Pada ruangan  Kandungan dari 5 bed sudah diisi 2.

Sedangkan untuk High Care Unit dari 20 bed yang ada sudah penuh pasien.

Kemudian  Ruang Isolasi Khusus (RIK) 1 dan 2 telah diisi 170 pasien.

"Kalau IGD khusus penyakit menular ini khusus untuk yang positif Covid-19," urainya.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved