Breaking News:

Berita Nganjuk

Karyawan Distributor Elpiji di Nganjuk Nyambi Edarkan Pil Koplo, Ditangkap Polisi

LAS (24) karyawan distributor gas elpiji asal Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk ditangkap polisi.

foto: polres nganjuk
Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi dari pengedar pil koplo. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Kedapatan membawa dan memiliki pil koplo jenis double L, LAS (24) karyawan distributor gas elpiji asal Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk diamankan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka, diamakan 190 butir pil koplo jenis double L, uang tunai diduga hasil penjualan pil koplo Rp 70 ribu, dan sejumlah pakaian serta sepeda motor sebagai sarana transaksi pil koplo.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar pil koplo berdasar informasi dari masyarakat yang resah oleh peredaran pil koplo di wilayah Kecamatan Tanjunganom.

Informai tersebut dilakukan tindak lanjut penyelidikan oleh tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

"Dari penyelidikan tersebut diketahui siapa pengedar pil koplo terutama terhadap anak-anak muda di wilayah Tanjunganom Nganjuk," kata Rony Yunimantara, Minggu (3/1/2020).

Setelah dipastikan pelaku pengedar pil koplo, dikatakan Rony Yunimantara, tim Rajawali 19 Satresnarkoba melakukan pengamaann terhadap dua di pinggir jalan Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Nganjuk.

Kedua orang tersebut langsung dilakukan penggeledahan dan ditemukan 30 butir pil koplo yang disembunyikan didalam bungkus rokok. Dari keterangan salah satu orang tersebut diketahui kalau pil koplo didapatkan dari tersangka LAS.

"Saat itu juga anggota Tim Rajawali 19 langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka LAS yang kedapatan masih menggenggam 10 butir pil koplo," ujar Rony Yunimantara.

Tersangka LAS, menurut Rony Yunimantara, kepada petugas mengaku masih ada 150 butir pil disimpan di saku jaket yang tergantung di kamar rumahnya.

Petugas pun langsung melakukan pengamanan pil koplo di jaket tersangka di rumahnya.

"Tersangka LAS mengaku mendapatkan pil koplo dari seseorang yang kini masih dalam pengembangan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk," ucap Rony Yunimantara.

Tersangka sendiri, tambah Rony Yunimantara, terancam dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Kami mengharapkan masyarakat secepatnya menginformasikan ke Polisi terdekat bila menjumpai adanya transaksi narkoba di lingkungannya masing-masing. Informasi tersebut dipastikan akan secepatnya ditindaklanjuti jajaran kepolisian," tutur Rony Yunimantara. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved