Berita Gresik
Jalan Rusak akibat Banjir Kali Lamong, Pengendara di Jalan Raya Cerme Gresik harus Ekstra Hati-hati
Kerusakan Jalan Raya Cerme akibat banjir Kali Lamong mengancam kesamatan masyarakat.
Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
SURYA.co.id | GRESIK - Kerusakan Jalan Raya Cerme akibat banjir Kali Lamong mengancam kesamatan masyarakat.
Sebab, akibat banjir tersebut arus lalu lintas macet dan jalan rusak berlubang tertutup air, Minggu (3/1/2021).
Keluhan itu disampaikan Hermanto, pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Cerme dengen mengendarai motor.
Saat melintas, Hermanto nyaris terjatuh, sebab jalannya berlubang dan tertutup genangan banjir Kali Lamong yang menggenangi jalan.
"Nabrak jalan berlubang. Untung tidak jatuh," kata Hermanto, saat menuju Surabaya, melalui Jalan Raya Cerme, dekat gudang Waskita.
Selain kerusakan jalan berlubang, akibat banjir Kali Lamong yang meluber ke Jalan Raya Cerme juga menghambat ekonomi, sebab arus lalu lintas sering macet, sehingga pengiriman logistik menjadi terhambat.
Selama ini, Jalan Raya Cerme menjadi salah satu alternatif kendaraan besar- besar menuju Surabaya.
Sedangkan, jalan Tol yang sudah diresmikan tarifnya terlalu mahal, sehingga kendaraan banyak yang melintas jalan umum.
"Banyak kendaraan umum yang melintas di sini. Padahal ada jalan tol. Kemungkinan karena tarifnya mahal untuk masuk Tol Bunder - Legundi. Jika dibiarkan terus bisa berdampak pada keselamatan dan ekonomi," imbuh Hermanto, yang terkadang juga mengendarai mobil dari Manyar ke Surabaya.
Sementara, untuk mencegah kemacetan, jajaran Satlantas Polres Gresik terus berusaha mengatur arus lalu lintas. Baik secara buka tutup dan mengawal kendaraan agar tidak menumpuk di sekitar banjir.
Banjir Kali Lamong menggenangi ratusan rumah dan ratusan bidang lahan pertanian serta tambak sejak Senin (28/1/2021).
Mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti dan Kebomas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kendaraan-yang-melintas-di-jalan-raya-cerme.jpg)