Single Focus

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bisnis Hantaran Diprediksi Tren 2021

Hampers diprediksi menjadi tren 2021 terutama masyarakat yang masih dibatasi akibat dampak Pandemi Covid-19.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Alesya Firmawan Panghegar Pemilik Restoran Poenya Nyonya Anina saat melakukan pengemasan hampers sebelum dikirim ke konsumen, Minggu (3/1/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melakukan pengiriman hantaran bingkisan atau hampers pada moment tertentu menjadi sebuah tradisi bagi sebagian orang.

Bahkan, hampers diprediksi menjadi tren 2021 terutama masyarakat yang masih dibatasi akibat dampak Pandemi Covid-19.

Peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan restoran Poenya Nyonya Anina untuk menjadikan hampers sebagai alternatif penjualan produk makanannya.

Lebaran Idul Fitri dan Akhir Tahun menjadi dua di antara momen yang berhasil dimanfaatkan Pemilik Restoran Poenya Nyonya Anina, Alesya Firmawan Panghegar.

"Untuk mengikuti trend hampers di tahun 2021, kami berusaha terbuka untuk mengikuti keinginan konsumen, kami nanya, kami cari feedback agar kami mengetahui harapan mereka untuk hampers kedepannya," kata Echa sapaan akrabnya kepada SURYA.co.id, Minggu (3/1/2021).

Hampers tersebut diisi dengan produk yang berbeda pada hampers pada umumnya yaitu sebuah makanan yang tahan lama asli buatan rumahan (Home Made) dari restoran yang terletak di Ruko Taman Gapura D-18 G-Walk Citraland Surabaya.

Sementara untuk packaging atau pengemasan Echa menggunakan konsep khusus agar konsumen tertarik membeli hampers yang ia jual.

"Seperti pada lebaran kemarin kami mengambil konsep piknik dengan harapan keluarga dapat merasakan kebahagiaan piknik meskipun hanya di rumah," ujarnya.

"Dan yang terbaru pada akhir tahun ini kami mengambil konsep Apresesion dan Awarding sebagai penghargaan bagi mereka (konsumen) yang sudah berjuang melewati masa sulit di tahun 2020," imbuhnya.

Untuk menjaga agar produknya dapat sampai ketempat tujuan dengan aman dan tidak rusak, Echa menggunakan kurir pribadi.

"Kami melakukan pengiriman menggunakan kurir yang kami percaya, saya ingin hampers ini sampai ke konsumen dengan baik," katanya.

Selain itu, Echa juga melakukan pemilihan item yang dapat bertahan lama dan menghindari item yang mudah rusak.

"Untuk pengemasannya tidak memerlukan waktu yang lama, kemarin tanggal 13 - 23 Desember 2020 kami melakukan pengemasan setiap hari, namun setelah itu ternyata masih banyak yang pesan sehingga kami terus layani," ungkapnya.

Untuk metode pembayaran, Echa mengatakan konsumen membayar via transfer bank. Hal tersebut menjadi salah satu upayanya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Satu diantara pembeli hampers makanan Poenya Nyonya Anina, Marcella Amanda mengaku tertarik membeli hampers tersebut karena dirasa unik.

"Di saat yang lain berlomba-lomba untuk mengemas hampersnya se-christmas dan se-festive mungkin, hampersnya Poenya Nyonya Anina justru mengambil segi yang berbeda, kayak lebih ke awarding untuk tahun ini gitu," katanya.

"Terus kalau isinya kan makanan-makanan yang tidak biasanya ada di hampers yah, biasanya kan cookies atau dessert apa gitu, tapi makanan ini justru khas jawa barat banget. Jadi ya unik lah, keluarga juga senang sekali makannya," imbuhnya.

Untuk pengiriman Marcella mengaku tak khawatir karena dikirimkan melalui kurir yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Karena rumah saya dekat, jadi langsung dikirimkan oleh pihak Poenya Nyonya Anina dengan protokol kesehatan, jadi aman sekali sih," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved