Breaking News:

Berita Trenggalek

Screening di Perbatasan Trenggalek, Ada Dua Reaktif Rapid Test Antigen Diminta Balik ke Daerah Asal

Mereka yang terjaring dalam razia tersebut wajib menjalani rapid test antigen di dua Puskesmas.

surya.co.id/aflahul abidin
Seorang warga mengikuti rapid test antigen setelah terjaring razia acak di perbatasan Trenggalek-Tulungagung. Rapid test antigen dilaksanakan di Puskesmas. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama tim gabungan rutin menggelar screening di dua perbatasan secara acak sejak 24 Desember 2020.

Mereka yang terjaring dalam razia tersebut wajib menjalani rapid test antigen di dua Puskesmas.

Pertama, Puskesmas Baruharjo di Kecamatan Durenan yang merupakan perbatasan Trenggalek Tulungagung.

Satu lagi, Puskesmas Pucanganak di Kecamatan Tugu yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ponorogo.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, hingga Kamis (31/12/2020), ada sekitar 800 orang yang terjaring razia dan menjalani rapid test antigen.

Dari jumlah itu, mayoritas hasil tes cepat menunjukkan nonreaktif.

“Yang reaktif tak sampai 1 persen. Hanya ada dua orang. Dan kami minta untuk kembali ke daerah asal dan kami imbau untuk melakukan isolasi mandiri,” kata Bupati muda yang akrab disapa Mas Ipin itu, Jumat (1/1/2021).

Tim gabungan sebenarnya memberikan dua opsi kepada warga yang terjaring razia dan hasil rapid test antigennya reaktif.

Pertama, kembali ke daerah asal. Kedua, menjalani isolasi mandiri di Asrama Covid (Ascov) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Nah, kedua warga yang hasil rapid test antigennya reaktif itu memilih opsi pertama.

Mas Ipin mengatakan, screening di perbatasan ini masih akan berlangsung hingga 4 Januari 2021.

Ini adalah langkah pemerintah setempat untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 selama libur tahun baru.

Setidaknya, kata Mas Ipin, pemkab telah menyiagakan sekitar 5.000 alat rapid test antigen selama masa screening.

Screening ini juga untuk menentukan langkah lanjutan untuk menentukan kebijakan dalam menangani wabah saat ini.

“Kita lihat dulu, apabila persentase dari sampling banyak yang reaktif, akan kami gencarkan rapid test antigen,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved