Berita Jember

Sekda Jember Sampaikan Mosi Tidak Percaya Bersama Ratusan ASN, Bupati Faida Tetap Dingin

Setelahnya, Faida meninggalkan wartawan dan masuk mobil di sela mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Bupati Jember Faida (dua dari kiri) mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) di RS Paru Jember, Rabu (30/12/2020) 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Penggalangan mosi tidak percaya dari ratusan ASN saat apel pagi di Pemkab Jember, Rabu (30/12/2020), seperti boikot pada Bupati Faida. Hanya, Faida tetap berkepala dingin dengan aksi itu dan hanya sedikit berkomentar saat ditanya reaksinya.

"Di sini, saya lagi bertamu," ucap Faida ketika dikonfirmasi wartawan saat mendampingi Gubernur Jatim di RS Paru Jember, Rabu (30/12/2020) siang.

Setelahnya, Faida memilih meninggalkan wartawan dan masuk mobil. Di sela mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di RS Paru Jember, sejumlah wartawan termasuk SURYA memang mengkonfirmasi ke Faida atas pernyataan mosi tidak percaya tersebut.

Faida memilih tidak menjawab dan mengaku sedang bertamu di RS Paru. Beberapa jam sebelumnya, ratusan orang ASN Pemkab Jember menyatakan mosi tidak percaya kepada atasan mereka itu. Mereka juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan terhadap mosi tidak percaya itu.

Pernyataan mosi tidak percaya itu dilakukan saat apel pagi di Aula PB Soedirman Pemkab Jember. ASN yang menyatakan mosi tidak percaya itu, berasal dari semua eselon. Mereka antara lain kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala bidang, juga staf di sejumlah OPD.

Bahka mosi tidak percaya itu juga dipimpin Sekda Kabupaten Jember, Mirfano. "Saya menyatakan mosi tidak percaya kepada bupati Jember (Faida)," tegas Mirfano di hadapan ratusan ASN di Aula PB Soedirman Jember.

Pernyataan Mirfano disambut tepuk tangan ratusan ASN. Isi pernyataan ASN Pemkab Jember itu dibacakan saat apel, yang isinya pertama, menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Bupati Faida.

Kedua, menolak semua kebijakan Bupati Faida yang bertentangan dengan ketentuan perundangan. Ketiga, memohon Presiden RI untuk mencabut kewenangan Bupati Jember selaku pejabat pembina kepegawaian sebagaimana dimaksud PP 17 Tahun 2020.

Mosi tidak percaya terhadap Bupati Faida ditandatangani oleh 300 orang ASN Pemkab Jember hingga pukul 11.00 Wib.

Mosi tidak percaya oleh ASN ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Jember, bahkan juga di Jawa Timur. Mosi tidak percaya ini seakan menjadi puncak gonjang-ganjing pemerintahan di Jember. ***

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved