Breaking News:

PTPN XI

Askrindo dan PTPN XI Bantu Modal Petani Tebu Rp11,3 Miliar

PT Asuransi Kredit Indonesia atau PT Askrindo dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI melakukan sinergi penyaluran Dana Program Kemitraan (PK) BUMN.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto: PTPN XI 
Kegiatan penandatanganan kerjasama antara PTPN XI dengan PT Askrindo untuk penyaluran dana PKBL bagi petani.  

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Asuransi Kredit Indonesia atau PT Askrindo dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI melakukan sinergi penyaluran Dana Program Kemitraan (PK) BUMN Dengan Petani Tebu Rakyat, Magetan, Jawa Timur.

Sinergi tersebut dilakukan dalam bentuk penandatanganan kerjasama  (PKS) yang dilakukan secara virtual, Senin  (28/12/2020).

Direktur Kepatuhan & SDM PT Askrindo yang membidangi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kun Wahyu Wardana mengatakan bahwa Askrindo menyalurkan Dana Program Kemitraan sebesar Rp 11,3 miliar untuk 208 petani tebu.

"Sinergi BUMN dalam rangka Program Kemitraan ini merupakan upaya meningkatkan produktivitas tebu dan pendapatan petani tebu rakyat serta dapat mendorong percepatan terwujudnya Swasembada Gula Nasional dan juga merupakan bukti nyata Askrindo menjalani Sustainable Development Goals (SDGs) No.8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi" jelas Kun.

Direktur PTPN XI, R Tulus Panduwidjaja menambahkan, Askrindo dan PTPN XI sudah sejak 2015 bersinergi terkait penyaluran dana program kemitraan untuk petani tebu.

"Harapannya kerjasama ini akan terus terjalin," kata Tulus.

Sinergi yang baik itu tentunya perlu dukungan dari banyak pihak. Menurut Tulus, Askrindo dan PTPN telah bersinergi lama dengan jumlah mitra yang selalu bertambah setiap tahunnya.

"Diharapkan kesejahteraan petani terus terjaga serta mendukung ketahanan pangan gula nasional," tambah Tulus.

Perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Kepala Biro Umum PT Askrindo, Ahmad Faisal dan SEVP Business Support PT Perkebunan Nusantara XI Subagyo ini, merupakan penyaluran dana program kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk modal kerja.

"Kali ini kami salurkan bantuan modal kerja kepada 123 petani tebu PG Redjosarie dan Poerwodadie untuk masa tanam 2020/2021," jelas Subagyo.

Selama ini yang dibutuhkan oleh petani tebu adalah modal kerja, sehingga mereka berharap dapat membantu petani dan berdampak pada ketersediaan bahan baku tebu giling tahun 2021 nanti. Baik secara kuantitas maupun kualitas nya.

"Terimakasih kepada Askrindo atas atensinya terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan gula nasional dan kepada mitra petani hal ini sebagai penyemangat dan dipergunakan dengan profesional dan bertanggung jawab," ungkap  Subagyo.

Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh para petani tebu yang merasakan manfaat program kemitraan tersebut.

"Terimakasih atas pinjaman bantuan modal usaha ini, sangat bermanfaat bagi kami untuk terus bisa menanam tebu. Terimakasih PG Rejosari PTPN XI dan Askrindo," ungkap Sairin petani tebu mitra PG Redjosarie.

Sementara itu ketua APTRI H Suyono berharap agar penyaluran dana di tahun depan berlanjut dan ditambah lagi jumlahnya sehingga bisa lebih banyak petani yang menerima manfaatnya.

Wilayah Desa Redjosarie Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, Karesidenan Madiun yang merupakan wilayah usaha budidaya tanaman tebu ini memiliki tanah yang berbukit dan berbatu api yang sangat cocok untuk tanaman tebu dan palawija.

Pabrik Gula (PG) Redjosarie dikenal sebagai lumbung tebu rakyat dan kondisi agro ekosistem yang memungkinkan tebu tumbuh dengan baik, menjadikannya relatif bersaing terhadap komoditas agribisnis lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved