Breaking News:

Sosok

Ulfa Alvianti: Pengalaman Berharga Mengikuti Ajang 2nd African IEOM Society Conference

Ulfa Alvianti mulai melihat bagaimana peserta dari negara-negara lain mempersiapkan paper dan presentasi mereka dengan sangat matang

SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Ulfa Alvianti 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 membuat banyak hal berubah. Satu di antaranya ialah penyelenggaraan kompetisi karya ilmiah yang harus dilakukan secara online menggunakan website dan aplikasi konferensi online.

Hal itu menjadi pengalaman pertama bagi Ulfa Alvianti (22), terutama saat ia mengirimkan paper dalam ajang 2nd African IEOM Society Conference di Harare Zimbabwe.

Ia mengirimkan paper bertema analisa laporan keuangan di perusahaan Asia Tenggara menggunakan beberapa pendekatan.

“Kendalanya jelas di bahasa, karena harus full menggunakan bahasa Inggris untuk mempresentasikan paper dan menjawab pertanyaan dari peserta lain agar bisa dipahami dengan baik,” kata mahasiswi jurusan Manajemen Universitas Narotama itu, Sabtu (26/12/2020).

Belum lagi karena tema paper Ulfa tidak terlalu banyak dibahas dalam kompetisi dan konferensi internasional tersebut.

“Yang fokus ke tema manajemen keuangan hanya dua orang, sedangkan yang lain kebanyakan mengenai supply chain dan internet of things. Jadi paper yang mengangkat tema manajemen keuangan dianggap unik,” ujar perempuan kelahiran Surabaya, 19 November 1998 ini.

Dari situ, Ulfa mulai melihat bagaimana peserta dari negara-negara lain mempersiapkan paper dan presentasi mereka dengan sangat matang dan membuat tampilan presentasi mereka sangat bagus. Sehingga hasilnya tidak hanya menarik perhatian peserta lain dan juri, tapi juga membuat penjelasan lebih terasa menyenangkan.

“Sempat agak minder juga karena PPT mereka bagus-bagus, dan mereka jelas lebih lancar dalam berbahasa Inggris karena berasal dari kampus-kampus di Amerika, Eropa dan Afrika. Tapi yang penting percaya diri dan menguasai materi, serta fokus untuk menyampaikan apa yang sudah saya kerjakan,” tutur perempuan berzodiak Scorpio ini.

Ada kejadian unik ketika dibagi menjadi beberapa ruangan panel di website konferensi online.

Ruangan panel Ulfa tidak memiliki host, sehingga para peserta melaksanakan diskusi sendiri.

“Saya dan peserta lain yang masuk dalam ruangan Zoom yang sama jadi bingung karena tidak ada host. Waktu kami inisiatif dan akan memulai presentasi sendiri, barulah muncul orang yang bertindak sebagai host menggantikan host asli dan menghandle dua ruangan Zoom,” tutup perempuan yang hobi traveling tersebut.

Meskipun tidak mendapatkan juara, namun kompetisi tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga bagi Ulfa untuk ke depannya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved