Breaking News:

Seorang Dokter Alami Alergi Parah Setelah Disuntik Vaksin Moderna, Berlangsung Beberapa Menit

Seorang dokter di Amerika Serikat mengaku mengalami alergi parah setelah disuntik vaksin moderna. Alergi itu dialami beberapa menit setelah menit.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jumat (18/12/2020). 

Pada 8 Desember, Margaret Keenan, seorang nenek berkebangsaan Inggris berusia 90 tahun, menjadi orang pertama di dunia yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 di luar uji coba.

Tetapi tak lama setelah program vaksinasi diluncurkan, Inggris memberlakukan tindakan penguncian yang ketat setelah jenis Virus Corona yang baru dan lebih menular ditemukan.

2. Uni Emirat Arab

Suntikan pertama vaksin virus corona kepada warga diberikan di ibu kota UEA, Abu Dhabi, pada 14 Desember.

Negara Teluk yang kaya minyak telah menyetujui Pfizer-BioNTech dan vaksin Sinopharm buatan China untuk digunakan secara massal.

Baca juga: Mengenal Sosok Chandrika Chika, Video Jogetnya di TikTok Viral hingga Jadi Idaman Para Pria

3. Amerika Serikat

Pada hari yang sama, AS juga mulai memberikan vaksin Pfizer, dengan perawat perawatan kritis di New York City, Sandra Lindsay, menjadi orang Amerika pertama yang menerimanya.

Pfizer-BioNTech telah diberikan kepada lebih dari satu juta orang sejak program tersebut dimulai bahkan saat otoritas AS telah menyetujui vaksin kedua yang dibuat oleh Moderna.

4. Kanada

Pasien COVID-19 pertama yang diinokulasi di Kanada adalah seorang wanita berusia 89 tahun dari Quebec yang menerima vaksin Pfizer pada 14 Desember.

Negara Amerika Utara, bersama dengan tetangganya AS, juga telah menyetujui vaksin Moderna untuk program imunisasi masal.

5. Arab Saudi

Arab Saudi, negara yang terkena dampak terburuk di Semenanjung Arab dengan lebih dari 360.000 kasus yang tercatat, termasuk 6.148 kematian, memulai kampanyenya dengan vaksin Pfizer-BioNTech pada 17 Desember.

6. Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima suntikan vaksin COVID-19 pada 19 Desember, memulai peluncuran nasional.

Netanyahu, 71, dan menteri kesehatannya disuntik dengan vaksin Pfizer-BioNTech secara langsung di TV di Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat Tel Aviv.

7. Qatar

Qatar meluncurkan kampanye vaksinasi virus korona gratis setelah gelombang pertama vaksin Pfizer-BioNTech tiba di negara Teluk pada 22 Desember.

Vaksin akan diberikan dalam dua dosis, dengan jarak tiga minggu di tujuh pusat kesehatan utama di seluruh negeri.

Qatar juga telah menandatangani kesepakatan untuk memperoleh vaksin Moderna dan Oxford-AstraZeneca.

8. Meksiko

Meksiko memulai program vaksinasi massal pada 24 Desember, dengan seorang perawat menjadi yang pertama menerima suntikan di negara dengan salah satu angka kematian COVID-19 tertinggi di dunia.

Peluncuran yang disiarkan televisi dilakukan sehari setelah 3.000 dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 tiba dengan pesawat kurir dari Belgia.

9. Serbia

Negara Balkan mulai meluncurkan vaksin pada 24 Desember, dengan Perdana Menteri Ana Brnabic menjadi orang pertama yang menerima vaksin Pfizer.

10. Kuwait

Kuwait juga memulai kampanye vaksinasi virus korona pada 24 Desember.

Negara ini menerima 150.000 dosis vaksin pertama yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

11. Chili

Pada 24 Desember, Chili menjadi negara Amerika Latin kedua setelah Meksiko yang memulai program inokulasi.

Zulema Riquelme, perawat berusia 42 tahun, mendapat suntikan pertama di hadapan Presiden Sebastian Pinera.

12. Rusia

Pemerintah Rusia mengatakan telah menginokulasi warganya sejak September dengan vaksin Sputnik V.

Pada 13 Agustus, Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia telah menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin COVID-19.

Namun, persetujuan untuk penggunaan diberikan tanpa negara tersebut menyelesaikan uji coba fase ketiga, menimbulkan pertanyaan dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dan ilmuwan.

Berdasarkan data di atas, sebagian besar negara menggunakan vaksin Pfizer untuk melakukan vaksinasi kepada penduduknya.

Dari 12 negara yang telah melakukan vaksin, delapan negara di antaranya memakai vaksin merek Pfizer.

Vaksin Sinovac produksi China yang telah dipesan Indonesia dan beberapa negara, berdasarkan data tersebut belum ada yang menggunakan.

Inilah vaksin yang telah disuntikkan di 12 negara.

Negara Vaksin

1. Inggris Raya Pfizer-BioNTech

2. Uni Emirat Arab Pfizer-BioNTech dan Sinopharm

3. Amerika Serikat Pfizer-BioNTech

4. Kanada Moderna

5. Israel Pfizer-BioNTech

6. Qatar Moderna dan Oxford-AstraZeneca.

7. Arab Saudi Pfizer-BioNTech

8. Meksiko Pfizer-BioNTech

9. Serbia Pfizer-BioNTech

10. Kuwait Pfizer-BioNTech

11. Chili ???

12. Rusia Sputnik

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, berdasarkan data reuters ada 10 jenis Vaksin Virus Corona yang siap dan telah diproduksi sejumlah perusahaan farmasi dari sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan China.

Ke-10 jenis Vaksin Virus Corona tersebut adalah sebagai berikut:

1. AstraZeneca (Inggris)

2. Cansino Bilogics

3. Gamaleya Reserach Institute

4. Inovio-Cepi (Amerika Serikat)

5. Johnson & Johnson Barda Janssen

6. Moderna (Amerika Serikat).

7. Novavax (Amerika Serikat).

8. Pfizer-Biontech (Amerika Serikat-Jerman)

9. Sinopharm-Beijing Institute of Bilogical Products (China)

10. Sinovac (China)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul DAMPAK Vaksin Virus Corona, Sejumlah Dokter Alami Alergi Parah setelah Disuntik Moderna dan Pfizer

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved