Breaking News:

Berita Lifestyle

Desainer QMR Melestarikan Batik Mojokerto Lewat Busana Kekinian

Desainer Qii secara konsisten mengangkat warisan Nusantara dalam rancangan busananya, ia kerap berkolaborasi dengan perajin batik yang ada di daerah

SURYA.CO.ID/Christine Ayu Nurchayanti
Beberapa koleksi busana rancangan Qii atau QMR yang termasuk dalam seri The Glory is Back. Koleksi kali ini menghadirkan batik khas Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mendalami dunia fashion design selama 10 tahun, Qii atau yang lebih akrab dengan nama QMR secara konsisten mengangkat warisan Nusantara dalam rancangan busananya.

Desainer berusia 24 tahun ini pun kerap berkolaborasi dengan perajin batik yang ada di daerah-daerah, seperti dalam koleksi The Glory is Back.

"Saya sempat vakum selama masa pendemi. Tapi saya berpikir bahwa kita tidak boleh berhenti berkarya. Akhirlah munculah judul The Glory is Back," ungkap Qii, Jumat (25/12/2020).

Koleksi ini mengangkat batik khas Mojokerto. Ia membawa nama Dekranasda Kota Mojokerto dan berkolaborasi dengan SMAN 1 Sooko.

"Ada 21 koleksi, mulai dari yang casual, ready to wear, street wear hingga formal," ungkap desainer bernama asli Muhammad Rifqi ini.

Semua batik diproduksi oleh perajin batik di Mojokerto. Ada sekitar delapan motif batik yang ia bawa.

Salah satu motifnya yakni Mrico Bolong. Motif ini hadir dengan latar bulatan-bulatan kecil seperti merica yang tampak berlubang. Warnanya cenderung ke arah sogan.

"Saya buat beberapa desain termasuk untuk anak-anak," ungkapnya.

Meskipun unik, ia membuatnya tidak terlihat berlebihan. Qii banyak membuat outer berbagai model yang bisa dipadukan apa saja dan bisa dikenakan baik pria maupun wanita atau unisex.

Detailnya pun beragam, ada yang bermain tali, belt hingga statement pada bagian lengan. Memang ia sengaja merancang yang khas anak muda.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved