Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Wagub Emil: Pemprov Jatim Komitmen Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Lewat Jatim Harmoni

Jatim Harmoni, di mana pembangunan bukan hanya sekedar pembangunan fisik atau hanya pembangunan intelektual saja, tetapi juga ada pembangunan karakter

Humas Pemprov Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat Diskusi Kebangsaan di Rupatama Mapolda Jatim, Rabu (23/12/2020) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sangat mendukung dan mengapresiasi atas terselenggaranya Diskusi Kebangsaan di Mapolda Jatim. Diskusi Kebangsaan tersebut mengangkat tema "Melawan Intoleransi dan Menangkal Radikalisme" ini dinilai penting untuk menjaga kebersamaan, kesatuan dan persatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Mapolda Jawa Timur," Kata Emil Dardak saat membuka Diskusi Kebangsaan di Rupatama Mapolda Jatim, Rabu (23/12/2020) malam.

Bahkan, menurut Wagub Emil, Pemprov Jatim pun berkomitmen untuk menjaga utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa yang diwujudkan dalam Jatim Harmoni. Yaitu satu dari sembilan Nawa Bhakti yang menjadi program unggulan Pemprov Jatim dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak.

"Ibu Gubernur dan kami, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menjalankan nawa Bhakti Satya, sembilan bakti untuk memajukan Jawa Timur. Di antaranya ada Jatim Harmoni, di mana pembangunan bukan hanya sekedar pembangunan fisik atau hanya pembangunan intelektual saja, tetapi juga ada pembangunan karakter," jelasnya.

Wakil Gubernur yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini mengharapkan, diskusi kebangsaan tersebut menjadi salah satu ikhtiar Jawa Timur dalam membangun dan mewujudkan sebuah bangsa yang berkarakter.

Karena menurutnya, dalam UU 17 tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025, apa yang disebut sebagai bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis berbudaya dan berorientasi iptek. Lalu, berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

"Diskusi kebangsaan ini merupakan sebuah upaya yang luar biasa untuk membangun nation and character building sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 45," imbuhnya.

Emil Dardak mengatakan, intoleransi dan radikalisme merupakan dua hal yang dapat mengancam persatuan, kesatuan serta keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, Emil Dardak mengimbau untuk saling mengenal dan saling memahami perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Usaha tersebut diharapkan dapat menjadi alat untuk menjauhkan diri dari intoleransi dan masuknya paham radikalisme.

"Bahwa saling mengenal dan saling memahami akan menjadi sebuah landasan untuk bersikap di tengah- tengah masyarakat," ucapnya.

Emil Dardak menuturkan, sejatinya hidup di Indonesia harus benar-benar mampu menjadikan perbedaan sebagai sebuah kekayaan. Disamping itu mampu menekan egosentris masing-masing, dan hidup rukun antar sesama anak bangsa yang dibingkai dalam ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved