Berita Surabaya

47 Tahun Berjuang, Warga Tanjungsari Surabaya Demo Minta 35 Hektare Tanahnya Dikembalikan

499 warga Tanjungsari menggelar aksi demo menuntut tanah seluas 35 hektare di Jalan Darmo Satelit Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Sebanyak 499 warga Tanjungsari yang merupakan ahli waris dari 98 pemilik Letter C tanah seluas 35 hektare di Jalan Darmo Satelit Surabaya menggelar aksi demo menuntut keadilan proses hukum, Kamis (24/12/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 499 warga Tanjungsari yang merupakan ahli waris dari 98 pemilik Letter C tanah seluas 35 hektare di Jalan Darmo Satelit Surabaya, menggelar aksi demo menuntut keadilan proses hukum.

Warga yang semula akan menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memilih melakukan orasi di balai RW setempat, karena situasi pandemi.

Dalam aksinya itu, warga meminta agar pihak PN Surabaya segera melakukan eksekusi atas putusan inkrah dari putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) dengan nomor 781 K/pdt/2018 yang menyatakan jika 8,1 hektare lahan dari 35 hektare adalah milik warga.

"Kami meminta agar ketua Pengadilan Negeri Surabaya segera melakukan eksekusi terhadap putusan inkrah Mahkamah Agung. Mengembalikan hak atas tanah seluas 8,1 sekian hektare milik warga ahli waris," kata Wakijo, salah satu ahli waris yang juga warga Tanjungsari Surabaya, Kamis (24/12/2020).

Setidaknya, perjuangan warga itu telah dilakukan sejak 47 tahun melawan PT Darmo Satelit Town.

Warga yang beradu bukti dengan pihak lawan di pengadilan optimis jika apa yang sudah diperjuangkan itu akan membuahkan hasil.

"Kami punya bukti Letter C yang sudah dicocokkan dengan buku kretek krawangan desa. Beberapa bukti yang dilampirkan oleh pihak lawan itu terindikasi palsu. Termasuk ada keterangan palsu dan sumpah palsu yang kini kasusnya tengah ditangani oleh Mabes Polri," tambahnya.

Saat ini, warga berkeyakinan tidak akan surut dengan putusan inkrah MA tersebut yang hanya memutuskan hak tahan milik warga seluas 8,1 hektare.

Mereka akan terus berjuang merebut kembali 35 hektare tanah yang merupakan haknya sebagai ahli waris.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved