Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Upaya Kurangi Risiko Penularan Covid-19, Pemkab Kediri Batasi Jumlah Jemaat Rayakan Natal di Gereja

Menjelang Perayaan hari Natal Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan batasan kegiatan peribadatan di gereja 50 persen dari kapasistas gereja.

surya.co.id/farid mukarrom
Gereja Goa Maria Pohsarang Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Menjelang Perayaan hari Natal Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan batasan kegiatan peribadatan di gereja 50 persen dari kapasistas gereja.

Hal ini lantaran saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Slamet Turmudi menjelaskan Pemkab Kediri tak pernah melarang kegiatan keagamaan atau kebudayaan masyarakat.

"Sesuai dengan surat edaran Bupati kami hanya menyampaikan protokol kesehatan selama kegiatan agama berlangsung. Ini semua demi kebaikan kita bersama agar terhindar dari risiko penularan Covid-19," ujarnya Rabu (23/12/2020).

Menurut dia kondisi ini juga sama seperti umat agama lain yang merayakan hari besarnya di masa pandemi Covid-19.

"Sudah kami koordinasikan untuk pemimpin tokoh agama agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Caranya dengan sediakan tempat cuci tangan, mewajibkan memakai masker dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung," imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan keterangan data Covid-19 Kabupaten Kediri total ada 2.127 orang positif virus Corona.

Jumlah ini sudah termasuk 1615 orang dinyatakan sembuh, meniggal 164 orang dan dirawat sebanyak 390.

Berdasarkan data diatas Slamet Turmudi menghimbau masyarakat untuk patuh dengan protokol kesehatan.

"Jangan lupa cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan selalu pakai masker dimanapun saat keluar rumah. Karena kalau masyarakat patuh dengan Prokes Insyaallah kita akan terhindar dari risiko tertular Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved